src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Persoalan akses terhadap bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Berau tak hanya berkaitan dengan ketersediaan kuota. Jarak masyarakat yang tinggal di pelosok menuju titik pengisian BBM juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan, pemerintah daerah tengah membuka wacana penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), terutama di wilayah yang selama ini masih jauh dari pusat layanan BBM. Menurutnya, masyarakat di pelosok memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan BBM sebagaimana masyarakat di kawasan perkotaan.
“Kita ada wacana untuk menambah SPBU supaya masyarakat yang ada di pedesaan pun juga mendapatkan hak yang sama dengan masyarakat yang di kota,” tuturnya.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar delapan SPBU yang berada di empat kecamatan terdekat Kabupaten Berau. Wilayah Kecamatan terjauh seperti Segah, Kelay hingga kawasan pesisir menjadi bagian yang mendapat perhatian pemerintah daerah. Pasalnya, masyarakat harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan BBM.
Penambahan SPBU, diharapkan tidak hanya menjadi solusi ketika terjadi kelangkaan. Keberadaan titik layanan yang lebih dekat juga dinilai penting untuk menciptakan pemerataan akses BBM bagi masyarakat yang tinggal di luar kawasan perkotaan.
“Untuk di empat kecamatan yang terdekat itu kan ada delapan SPBU. Tetapi untuk di kecamatan-kecamatan yang lain, ada sebagian yang jauh dari SPBU,” ujarnya.
Pemkab Berau selanjutnya akan menjajaki koordinasi dengan pihak swasta untuk melihat kemungkinan pembangunan SPBU baru. Skema kerja sama tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas jaringan distribusi BBM di daerah.
Namun, ia menegaskan penambahan SPBU perlu berjalan beriringan dengan pembenahan distribusi. Sebab, persoalan BBM tidak akan selesai hanya dengan menambah kuota maupun titik pengisian apabila masih terjadi praktik pengetapan dan penjualan BBM secara ilegal.
“Sebanyak apa pun kuota yang diberikan kepada Berau, selama pembagiannya tidak merata kemudian ada orang-orang yang curang di dalamnya, itu yang perlu kita atur,” tegasnya.
Selain mendorong penambahan SPBU, Pemkab Berau juga berencana melakukan upaya ke pemerintah pusat untuk meminta dukungan peningkatan kuota BBM.
Sri mengatakan, pemerintah daerah akan mengatur waktu untuk melakukan kunjungan ke Jakarta guna mengupayakan tambahan kuota sekaligus mencari solusi atas persoalan distribusi BBM di Berau. “Tujuan kita untuk berkunjung ke sana supaya kecukupan kuota BBM bertambah sehingga pembagian BBM itu merata di seluruh masyarakat Kabupaten Berau,” pungkasnya. (Riska)