src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Penilaian ARINDAMA 2026 tidak hanya menjadi agenda penilaian bagi Dinas Perikanan Kabupaten Berau. Bagi pemerintah daerah, proses tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kembali kualitas pengelolaan sektor perikanan sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperkuat.
Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, mengatakan pihaknya memanfaatkan proses penilaian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program, kelengkapan data hingga berbagai aspek pengelolaan yang menjadi bagian dari penilaian ARINDAMA 2026 Provinsi Kalimantan Timur.
Menurutnya, evaluasi penting dilakukan agar pengembangan sektor perikanan di Berau tidak hanya berfokus pada program yang berjalan, tetapi juga memastikan setiap pelaksanaannya memiliki data dan tata kelola yang jelas. “Kalau ada yang masih kurang, tentu itu menjadi bahan untuk kita perbaiki,” ungkapnya.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam rapat bersama tim penilai ARINDAMA yang diterima Dinas Perikanan Berau pada Rabu, 2 September 2026. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk melakukan pembahasan dan koordinasi terhadap berbagai aspek yang diperlukan dalam proses penilaian.
“Proses seperti ini penting bagi perangkat daerah karena dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan maupun celah yang masih terdapat dalam pengelolaan sektor perikanan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan data dan koordinasi antarbagian. Sebab, pengelolaan sektor perikanan mencakup banyak aspek yang membutuhkan dukungan data serta kerja bersama agar dapat menggambarkan kondisi di lapangan secara utuh. “Dari situ nanti bisa menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan dan program ke depan,” ungkapnya.
Dengan adanya penilaian ARINDAMA 2026, Dinas Perikanan Berau berharap evaluasi yang dilakukan tidak berhenti pada hasil penilaian. Masukan dari tim penilai diharapkan dapat menjadi pijakan untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja sektor perikanan secara berkelanjutan.
“Yang paling penting bagi kami adalah ada perbaikan. Hasil penilaian dan masukan yang diberikan akan kami jadikan bahan untuk terus berbenah,” pungkasnya. (Riska)