src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Masyarakat Berau saat mengantre BBM. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Masyarakat Bumi Batiwakkal diimbau tidak panik dalam menyikapi stok bahan bakar minyak (BBM) dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus melakukan koordinasi untuk menjaga kelancaran pasokan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meminta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan. Menurutnya, pembelian secara berlebihan justru berpotensi menimbulkan antrean panjang dan menyulitkan masyarakat lain yang juga membutuhkan BBM. “Jangan panik, beli BBM sesuai kebutuhan saja,” imbaunya.
Ia menyampaikan, Penyaluran BBM ke enam SPBU di Kabupaten Berau dan sekitarnya telah resmi dimulai pada 1 September 2026 pukul 15.00 WITA. Pemkab Berau saat ini memperkuat koordinasi bersama TNI, Polri, Kejaksaan, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta Pertamina. “Koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau kondisi distribusi BBM dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” ucapnya.
Langkah ini dinilai penting agar distribusi BBM tidak hanya tersedia, tetapi juga berlangsung secara tertib dan tepat sasaran. Pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap potensi pembelian dalam jumlah tidak wajar yang dapat memengaruhi ketersediaan BBM bagi masyarakat umum.
Sri menegaskan, Pemkab Berau tidak ingin kondisi tersebut dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan pembelian secara berlebihan hingga merugikan masyarakat lainnya. Karena itu, pemerintah daerah akan menyiapkan langkah penertiban terhadap pihak yang terbukti melakukan pembelian BBM secara berlebihan. “Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari menjaga ketertiban distribusi dan melindungi kepentingan masyarakat luas,” bebernya.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan memenuhi kebutuhan BBM secara wajar sembari pemerintah bersama instansi terkait memastikan distribusi berjalan sebagaimana mestinya. “Saya berharap ketersediaan BBM dapat tetap terjaga dan masyarakat memperoleh akses secara adil, tanpa adanya aksi borong atau pembelian berlebihan yang berpotensi menimbulkan kelangkaan di tingkat konsumen,” pungkasnya. (Riska)