src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kecamatan Bantuas Sasaran Pertama Water Bombing, Helikopter BNPB Tiba di Samarinda

Kecamatan Bantuas Sasaran Pertama Water Bombing, Helikopter BNPB Tiba di Samarinda

waktu baca 2 menit
Rabu, 9 Sep 2026 10:27 20 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kebakaran lahan di Bantuas, Kecamatan Palaran, Samarinda, akan menjadi sasaran pertama operasi pemadaman dari udara menggunakan helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Helikopter tersebut sudah tiba dan mendarat di Bandara APT Pranoto, Sungai Siring, Samarinda, Selasa, 8 September 2026. Setelah agenda pelepasan, helikopter akan langsung diarahkan ke lokasi kebakaran untuk melihat kondisi dari udara sekaligus menjatuhkan air ke area yang terbakar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso mengatakan Bantuas dipilih sebagai lokasi awal karena kebakaran lahan di kawasan tersebut cukup luas.

“Helikopter bantuan dari BNPB yang digunakan sebagai water bombing sudah tiba di Kota Samarinda dan mendarat di Bandara APT Pranoto Sungai Siring,” kata Suwarso saat dikonfirmasi, Selasa, 8 September 2026.

Sebelum terbang menuju lokasi kebakaran, helikopter akan mengikuti kegiatan pelepasan bersama unsur pemerintah daerah dan tim gabungan penanganan Karhutla. Wali Kota Samarinda Andi Harun, Dandim 0901/Samarinda, jajaran Polresta Samarinda serta unsur terkait lainnya dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.

Setelah pelepasan, Bantuas menjadi tujuan pertama. Dari udara, petugas akan melihat kondisi kebakaran sekaligus sebaran titik api. Hasil pemantauan itu nantinya menjadi bahan bagi tim untuk menentukan bagian yang perlu segera ditangani.

“Helikopter water bombing akan langsung terbang ke wilayah Bantuas, Palaran yang saat ini terjadi kebakaran lahan cukup luas untuk melakukan pemantauan sekaligus upaya pemadaman api,” sebut Suwarso.

Kehadiran helikopter ini diharapkan membantu petugas menangani titik kebakaran yang sulit didatangi dari darat. Sebab, tidak semua lokasi yang terbakar bisa dengan mudah dijangkau kendaraan pemadam.

Meski penyiraman dari udara dilakukan, petugas di darat tetap bekerja di lokasi. BPBD, pemadam kebakaran, relawan dan unsur lainnya masih melakukan penyekatan, pemadaman serta pendinginan agar api tidak kembali menyala atau meluas ke area lain. Dikatakan Suwarso, pemantauan terhadap titik-titik kebakaran akan terus dilakukan selama cuaca masih kering. Bantuan dari udara diharapkan dapat membantu petugas menjangkau lokasi yang selama ini menjadi kendala dalam pemadaman.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan pemadaman bersama seluruh tim. Dengan adanya bantuan helikopter ini, mudah-mudahan titik api yang sulit dijangkau dari darat bisa segera kita tangani,” demikian Suwarso. (Retno)

LAINNYA
x