src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Ngaku Brimob, Tukang Mebel Hamili Gadis, Kedok Terbongkar Usai Tolak Bayar Makanan

Ngaku Brimob, Tukang Mebel Hamili Gadis, Kedok Terbongkar Usai Tolak Bayar Makanan

waktu baca 2 menit
Jumat, 8 Apr 2022 14:39 672 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Satuan Reskrim Polres Berau bersama Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Polda Kaltim meringkus seorang Brimob gadungan pada Kamis 7 April 2022.

Selama mengaku sebagai personel Brimob, pria bernama Abdul Thalib alias Alif Sanjaya ini sudah banyak memperdayai kaum perempuan. Pria yang berprofesi sebagai tukang mebel tersebut mengaku punya 6 pacar sekaligus. Terungkap, satu di antaranya tengah mengandung alias hamil.

Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Fery Putra Samodra membenarkan hal tersebut. Pihaknya juga telah mendapat laporan dari para korban. “Katanya paling muda usia 26 tahun,” ujarnya.

Menurut Fery, pengungkapan itu bermula dari adanya laporan warga bahwa seorang anggota polisi tidak mau membayar usai makan di warung. “Gara-gara makan tidak mau bayar ini, kedoknya terbongkar,” bebernya, Jumat 8 April 2022.

Saat menerima laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan pengecekan pada anggota. Awalnya, diketahui oknum polisi yang tidak membayar itu adalah anggota Brimob.

Koordinasi pun dilakukan dengan kesatuan Brimob. Dari hasil koordinasi, tidak diketahui identitas personel tersebut. Maka, proses pencarian dilakukan. Terungkaplah fakta bahwa dia adalah polisi gadungan.

“Dia sebenarnya bekerja sebagai tukang mebel. Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan kami juga geledah rumahnya,” ujarnya.

Dari penggeledahan, ditemukan beberapa perlengkapan atribut anggota polisi. Seperti seragam Brimob, helm, rompi hingga senjata laras panjang. Semuanya dibeli secara daring. “Katanya dia beli di toko online,” terangnya.

Atas perbuatannya, terang Ferry, pelaku diganjar dengan pasal berlapis.

Komandan Kompi 3 Batalyon C Pelopor, Iptu Junaidi mengatakan, pelaku mengaku Brimob berpangkat Bharatu. “Tapi kami pastikan bahwa yang bersangkutan memang bukan anggota kami,” jelasnya.

Pihaknya pun sudah melakukan koordinasi dengan Mako Brimob Polda Kaltim terkait identitas pelaku karena mengaku anggota Gegana. “Dari Mako memastikan tidak mengenal,” katanya.

Awalnya, Junaidi juga sempat mengira bahwa pelaku merupakan personel desersi dari Polda lain. “Kami serahkan ini ke Satreskrim untuk proses hukum,” jelasnya.

Penulis: Awan
Editor: MH Amal

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x