src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Diskoperindag Berau gelar pelatihan menjahit pada 1-7 Agustus 2026 di Bapelitbang. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Guna memperkuat kualitas sumber daya manusia untuk mendukung pertumbuhan sektor industri kreatif, Bidang Perindustrian, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau menggelar pelatihan menjahit yang berlangsung pada 1–7 Agustus 2026 di ruang Bapelitbang Berau.
Pelatihan tersebut diikuti 20 peserta yang dibekali keterampilan dasar hingga teknik menjahit sebagai bekal membuka peluang usaha maupun meningkatkan kemampuan di bidang konveksi dan fesyen.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari Program Perencanaan dan Pembangunan Industri yang diarahkan untuk mencetak tenaga terampil sekaligus mendorong tumbuhnya pelaku industri kecil baru di Kabupaten Berau. “Pelatihan ini bukan sekadar mengajarkan teknik menjahit, tetapi juga menjadi upaya pemerintah membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui peningkatan keterampilan yang memiliki nilai jual,” jelasnya.
Menurutnya, kebutuhan terhadap produk garmen dan fesyen lokal terus meningkat sehingga menjadi peluang yang harus dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia yang siap bersaing.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti selama pelatihan, tetapi mampu dikembangkan menjadi usaha produktif.
“Kami ingin setelah mengikuti pelatihan ini peserta memiliki keberanian untuk memulai usaha sendiri, menerima pesanan jahitan, atau bahkan membangun usaha konveksi skala kecil yang nantinya bisa membuka lapangan pekerjaan baru,” tuturnya.
Eva mengatakan, Diskoperindag akan terus menghadirkan berbagai program pengembangan kapasitas masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan industri kecil dan menengah di Berau. Dengan semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan, diharapkan sektor industri lokal mampu berkembang dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
“Pelatihan menjahit ini juga menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem UMKM berbasis keterampilan di Bumi Batiwakkal,” pungkasnya. (Riska)