src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Karhutla di Kukar Kian Meluas, Stok Bahan Bakar Kendaraan Damkar Menipis

Karhutla di Kukar Kian Meluas, Stok Bahan Bakar Kendaraan Damkar Menipis

waktu baca 2 menit
Rabu, 26 Agu 2026 19:08 17 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berjibaku dengan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus meluas di beberapa kecamatan. Namun, saat ini, Pemkab terkendala pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk armada mobil pemadam kebakaran. Diperkirakan, stok yang tersisa sudah tidak cukup untuk beberapa waktu ke depan.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri berkoordinasi dengan instansi terkait agar masalah stok BBM ini bisa teratasi. “Kita sudah minta pendampingan Kejari Kukar, akan ada penambahan anggaran pengadaan bahan bakar mobil melalui satu pintu,” ujar Bupati Aulia usai rakor penanganan Karhutla di Kantor Diskominfo Kukar, Rabu, 26 Agustus 2026.

Pemenuhan kebutuhan BBM bukan hanya untuk armada milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar. Namun, didistribusikan pula buat armada Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar serta akan disalurkan ke kecamatan-kecamatan guna penanganan Karhutla. “Terkait berapa anggaran yang dibutuhkan guna pembelian BBM, Pemkab akan menghitung dulu kebutuhannya,” jelasnya.

Rakor Karhutla yang melibatkan Polres, Kodim, DPRD, dan Pengadilan Negeri ini menunjukkan bahwa penanganan Karhutla dilakukan secara bersama-sama lintas Forkopimda dan OPD, serta menegaskan bahwa Kukar solid dan berkomitmen dalam penanganan Karhutla.

Berdasarkan pantauan citra satelit, terdapat 140 titik api di Kukar. Pos terpadu Karhutla akan didirikan hingga ke tingkat kelurahan dan desa. “Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, ada sekitar 50 titik api. Memang ada titik api yang besar dan perlu perhatian khusus dalam penanganannya,” jelasnya.

“Kami juga sudah menginstruksikan agar dilaksanakan salat Istisqa dengan berdoa memohon hujan segera turun karena musim kemarau diperkirakan lebih panjang hingga Oktober, bahkan bisa meleset sampai November,” tambahnya.

“Jika sering diguyur hujan, penanganan Karhutla akan lebih mudah,” sambungnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kukar Setianto Aji Nugroho memaparkan bahwa Karhutla yang terjadi di Kukar sejak Juli 2026 telah membakar lahan seluas 936,68 hektare. Bahkan, saat ini, Karhutla masih intens terjadi di Kecamatan Sangasanga. “Untuk mencegah ISPA, masyarakat diimbau agar sadar memakai masker. Selain itu, masyarakat dilarang membuka lahan dengan cara membakar,” imbaunya. (Andri)

LAINNYA
x