src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pagelaran 1.000 Tumpeng di Loa Kulu.(Sumber : Istimewa)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Demi melestarikan seni dan budaya, Kecamatan Loa Kulu menggelar acara Festival 1.000 tumpeng serta pertunjukan 18 paguyuban kesenian jaranan Reog se-Kecamatan Loa Kulu. Sultan Kukar Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin dan Wagub Kaltim Seno Aji hadir di acara tersebut.
Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto berujar, parade 1.000 tumpeng dan penampilan 18 paguyuban kesenian jaranan dan reog bukan hanya kegiatan seremonial saja, tapi ada makna tersendiri dari kegiatan tersebut.
”Ini bagian bentuk rasa syukur kebersamaan adat istiadat, dan menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan kepada generasi muda, serta mempertahankan budaya gotong royong,” ungkapnya, Selasa 25 Agustus 2026.
Satu hari sebelumnya sebelumnya, sudah digelar ziarah kubur ke makam Aji Pangeran Sinom Panji di Desa Jembayan. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur.
Kata dia, budaya tidak membeda-bedakan antara suku, agama maupun latar belakang karena menjadi ruang kebersamaan dan kerukunan. ”Kami berharap, generasi muda bisa meneruskan kegiatan ini di masa yang akan datang. Budaya ini jangan sampai hilang ditelan zaman,” sebutnya.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar\ Awang Agus mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai satu sarana memperkenalkan potensi pariwisata budaya lokal Loa Kulu. Kegiatan berlangsung 25-30 Agustus 2026.
”Diharapkan kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan,” ungkapnya.
Wagub Seno Aji menegaskan Pemprov Kaltim pasti memberikan dukungan penuh pada kegiatan masyarakat yang dapat memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mempererat persatuan dan kebersamaan. ”Ini bagian dari kekayaan budaya, jangan sampai hilang. Terus cintai budaya kesenian tradisional,” pesan Wagub.(Andri)