src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pemkab Kukar Beri Perhatian Khusus Penanganan Karhutla di Zona Merah Migas

Pemkab Kukar Beri Perhatian Khusus Penanganan Karhutla di Zona Merah Migas

waktu baca 2 menit
Rabu, 26 Agu 2026 21:22 24 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Pemkab Kukar memberikan perhatian serius terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terkhusus di beberapa wilayah yang masuk zona merah atau memiliki jalur pipa minyak dan gas (migas). Ada 15 kecamatan yang terdampak Karhutla di Kukar.

“Pasti kita beri perhatian serius kepada wilayah zona merah migas yang ada di wilayah pesisir,” ujar Sekda Kukar, Sunggono, Rabu, 26 Agustus 2026.

Koordinasi yang intens terus dilakukan dengan perusahaan Pertamina Hulu Sangasanga (PHSS) dan Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT). Dukungan dari kedua perusahaan tersebut sangat membantu Pemkab dalam penanganan Karhutla.

“Perusahaan juga tidak ingin wilayah kerjanya terganggu akibat Karhutla, makanya Pertamina memberikan dukungan,” kata Sunggono.

Daerah yang masih memerlukan penanganan Karhutla secara serius yaitu Sangasanga. Dalam penanganan Karhutla, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut dilibatkan, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, serta Dinas Perkebunan.

Terkait anggaran penanganan Karhutla, tidak ada dana khusus yang dialokasikan; dana tetap tersedia melalui pos anggaran penanggulangan bencana daerah. Disinggung soal perlu tidaknya penetapan status tanggap siaga darurat, Sekda menyebut hal itu belum diperlukan. “Status siaga itu memerlukan permintaan bantuan kepada daerah lain. Selain itu, kondisi ini sudah dipantau langsung oleh pemerintah pusat,” jelasnya.

Dalam penanganan Karhutla beserta dampaknya, Pemkab sebenarnya sudah melakukan antisipasi sejak jauh hari. Sejak Juni lalu, berbagai langkah antisipasi telah dilakukan, di antaranya menyalurkan bantuan irigasi guna menunjang sektor pertanian. Akibat kemarau panjang, lahan pertanian yang mengering mencapai seluas 2.183 hektare.

“Lahan yang terdampak kekeringan sudah dibantu dengan pompanisasi guna menunjang pertanian dan mencegah terjadinya gagal panen,” ujarnya. (Andri)

LAINNYA
x