src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pemkot Samarinda Bangun Sodetan Atasi Banjir di Kawasan Pasundan, Sementara Bakal Macet-macetan

Pemkot Samarinda Bangun Sodetan Atasi Banjir di Kawasan Pasundan, Sementara Bakal Macet-macetan

waktu baca 3 menit
Rabu, 26 Agu 2026 15:22 25 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Persoalan banjir yang selama bertahun-tahun terjadi di kawasan Jalan Pasundan hingga sekitar Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda yang terletak di Jalan Merbabu mulai ditangani melalui pembangunan sodetan di Jalan Gunung Cermai. Saluran ini nantinya mengarahkan aliran air langsung menuju Sungai Mahakam. Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan pekerjaan fisik mulai dilakukan setelah persiapan di lapangan berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Pembangunan sodetan tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Pembangunan ini, kata Andi Harun, menjadi salah satu jawaban Pemkot Samarinda atas persoalan banjir yang telah berlangsung selama puluhan tahun di kawasan tersebut. Aliran air nantinya akan diarahkan menuju Sungai Mahakam sehingga diharapkan dapat mengurangi genangan di kawasan Pasundan dan sekitarnya. “Soal Cermai (sodetan) itu adalah jawaban kita selama puluhan tahun sebagai solusi atas banjir yang sering terjadi di sekitar Pasundan, termasuk di kawasan Rumah Sakit Dirgahayu. Bahkan itu bisa sampai di Merbabu,” ujar Andi Harun saat diwawancarai belum lama ini.

Selama proses pengerjaan, masyarakat akan menghadapi gangguan lalu lintas di sekitar lokasi. Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda bersama Satlantas Polresta Samarinda telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan selama pekerjaan berlangsung. Andi Harun meminta masyarakat memahami kondisi tersebut sebagai dampak sementara dari pembangunan. Dikatakannya, pekerjaan sodetan dilakukan untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, terutama dalam penanganan persoalan banjir.

“Besok kalau ada kemacetan, harus dan mestinya secara bijak kita pahami itu hanya sementara, karena kita sedang membangun sesuatu yang manfaatnya untuk kepentingan orang banyak yang jauh lebih besar,” tutur dia.

Selain simpang Jalan Gunung Cermai, Pemkot Samarinda juga menyiapkan penanganan serupa di kawasan Loa Janan Ilir, tepatnya sekitar Perumahan Haji Saleh. Sebelumnya, upaya mengalirkan air langsung ke Sungai Mahakam juga telah dilakukan di Jalan Cipto Mangunkusumo. Andi Harun menyebut, pembangunan infrastruktur pengendalian banjir tersebut tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Efisiensi tidak berarti menghentikan belanja pemerintah, tetapi mengurangi pengeluaran nonprioritas agar anggaran dapat diarahkan untuk kebutuhan masyarakat.

“Insyaallah Samarinda memakai prinsip efisiensi bukan untuk berhenti belanja, tapi kita berani berhenti boros sehingga dana APBD itu kita bisa gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Pemkot Samarinda juga tengah menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga. Dia menyebut, pembayaran utang daerah telah mencapai lebih dari 50 persen dan disiapkan secara bertahap agar tidak mengganggu keberlangsungan pembangunan.

Andi Harun memastikan pembangunan sodetan simpang Jalan Gunung Cermai tetap menjadi prioritas pemerintah kota dalam menangani persoalan banjir. Ia berharap pekerjaan tersebut dapat selesai sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat. “Masih banyak kekurangannya, tidak ada yang sempurna memang, tapi yang paling utama kita ingin tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita bekerja,” tandas Andi Harun. (Retno)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x