src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Teras Samarinda II Segmen 2-4 Siap Diresmikan 29 Agustus

Teras Samarinda II Segmen 2-4 Siap Diresmikan 29 Agustus

waktu baca 4 menit
Selasa, 25 Agu 2026 14:47 53 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Setelah melewati tahap pengerjaan, Teras Samarinda Tahap II segmen 2, 3, dan 4 memasuki pengecekan akhir sebelum diresmikan untuk dimanfaatkan publik. Pemerintah Kota Samarinda menargetkan kawasan tersebut diresmikan pada 29 Agustus 2026.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan berbagai fasilitas dan kondisi kawasan siap digunakan masyarakat. Ia menyebut masih terdapat sejumlah pekerjaan minor yang tetap akan diselesaikan meski kawasan telah diresmikan.

“Saya dapat beri keterangan pada malam hari ini bahwa insyaallah mulai tanggal 29 akan ada beberapa rangkaian peresmian,” kata Andi Harun usai meninjau Teras Samarinda, Senin, 24 Agustus malam.

Kawasan yang akan masuk dalam rangkaian peresmian tersebut mencakup Teras Samarinda Tahap II segmen 2, 3, dan 4. Sementara segmen 1 yang berupa jembatan penghubung dengan Teras Samarinda tahap pertama masih menyisakan pekerjaan karena masa kontraknya berlangsung hingga Desember 2026.

“Secara umum, lokasi ini sudah siap diresmikan dengan tetap menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan minor yang tersisa. Walaupun nanti setelah diresmikan akan tetap ditangani oleh pihak penyedia jasa barang,” ujarnya.

Andi Harun menyebut salah satu pekerjaan tambahan yang masih berjalan berada di area bongkar muat di sisi kanan dermaga. Selain itu, sejumlah bagian kawasan turut diperiksa, terutama kondisi taman yang terdampak kemarau.

Ia sudah memerintahkan penggantian rumput di beberapa titik, dengan sebagian di antaranya sudah rampung diganti, serta penambahan sistem sprinkler penyiraman yang pompanya sudah dipastikan berfungsi baik.

Pengecekan juga mencakup detail arsitektur dan estetika bangunan. Bagian yang masih dinilai kurang akan diperbaiki, baik menjelang peresmian maupun setelah kawasan mulai digunakan. Pemeliharaan tersebut masih menjadi tanggung jawab Dinas PUPR bersama penyedia jasa.

Untuk segmen 1, Andi Harun berharap pengerjaan dapat selesai dan diresmikan sebelum pergantian tahun. Dengan demikian, seluruh kawasan Teras Samarinda Tahap II diharapkan sudah dapat dimanfaatkan saat malam pergantian tahun 2026 menuju 2027.

“Mudah-mudahan sebelum New Year, Tahun Baru kita sudah bisa resmikan dan sudah bisa dipergunakan pada saat malam pergantian tahun,” harap dia.

Sambil melakukan pengecekan, Andi Harun juga mempertimbangkan sejumlah fasilitas tambahan yang memungkinkan untuk dihadirkan sesuai kemampuan anggaran, termasuk mengevaluasi kondisi perabotan lama seperti sofa yang ditemukan masih terpasang di beberapa ruangan namun dinilai sudah tidak sesuai dengan konsep bangunan baru.

Soal pembagian tanggung jawab kebersihan, Andi Harun mengungkap hasil evaluasi menunjukkan Dinas Perhubungan (Dishub) akan kewalahan apabila harus menangani seluruh kawasan sendirian, mengingat panjangnya area yang mencakup tiga segmen sekaligus.

Ia kemudian membagi tanggung jawab pemeliharaan kawasan antara Dishub dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Bagian pertamanan menjadi tanggung jawab Dishub, sementara area di ujung kawasan sekitar Masjid Darussalam hingga arah Pelindo akan ditangani DLH.

“Kita bagi di bagian ujung yang di sekitar Masjid Darussalam perbatasan ke arah Pelindo itu kita beri tanggung jawab DLH. Bagian pertamanan sini adalah Dishub,” tutur Andi Harun.

Terkait teknis pembukaan pagar kawasan, Andi Harun sudah menginstruksikan Kepala Dinas PUPR untuk memastikan area yang selama ini tertutup pagar dalam kondisi bersih sebelum benar-benar dibuka untuk umum. Ini mengingat genangan air yang tertahan cukup lama berpotensi menimbulkan kotoran maupun lumut di permukaan yang perlu dibersihkan lebih dulu agar menyatu secara fisik dengan jalan eksisting.

Ia turut mempertimbangkan penyambungan pagar median jalan di kawasan depan Pasar Pagi, sebagai antisipasi munculnya kebiasaan parkir sembarangan di median jalan akibat keterbatasan kapasitas ruang parkir di kawasan tersebut. Sebagai gantinya, kebutuhan parkir pengunjung akan diarahkan untuk memanfaatkan basement Pasar Pagi.

“Kita proyeksikan kalau tidak memakai pagar median jalan, kemungkinan ada potensi orang parkir di sekitar median jalan. Nanti ruang parkirnya akan kita arahkan ke basement Pasar Pagi,” tambahnya.

Andi Harun menyadari kebijakan ini berpotensi menuai pro dan kontra, khususnya dari pengunjung yang merasa jarak berjalan kaki dari area parkir ke lokasi menjadi lebih jauh. Meski begitu, ia menilai kebijakan ini sekaligus menjadi langkah membangun budaya tertib parkir yang baru bagi warga Samarinda, sekaligus mendorong aktivitas fisik lewat berjalan kaki di ruang publik. Sesuatu yang menurutnya lazim diterapkan di berbagai kawasan rekreasi kota-kota lain, bahkan di sejumlah negara maju.

Dikatakannya, Teras Samarinda nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang rekreasi bagi warga Samarinda maupun pengunjung dari luar daerah. Ia berharap masyarakat dapat menikmati kawasan tersebut tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk bepergian ke luar kota.

“Yang penting ruang publiknya kita sudah rehabilitasi dan bisa menjadi sarana rekreasi baru, destinasi baru yang murah di Kota Samarinda ini. Jadi enggak perlu lagi jauh-jauh, kita bisa berwisata kota dengan bajet yang sangat terjangkau,” demikian Andi Harun. (Retno)

LAINNYA
x