src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat menghadiri Pelantikan Ketua PMI Kabupaten Berau Periode 2026-2029. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Berau memperluas peran kemanusiaan dan aktif mengambil bagian dalam berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pelantikan Ketua PMI Kabupaten Berau periode 2026-2029 pada Senin, 24 Agustus 2026 di Ruang Sangalaki. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjadikan PMI sebagai organisasi yang cepat, tanggap, profesional, sekaligus dekat dengan masyarakat.
“Tidak mesti harus ada kecelakaan baru kita datang. Tetapi kegiatan-kegiatan yang merupakan program pemerintah bisa kita kolaborasikan dengan OPD terkait,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi Berau saat ini membutuhkan kehadiran PMI yang semakin aktif. Salah satunya menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah serta kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih.
Ia menyebut saat ini tercatat terdapat 276 titik panas di Kabupaten Berau. Sejumlah wilayah dengan titik panas tinggi di antaranya Kecamatan Pulau Derawan, Segah, Gunung Tabur, Sambaliung, dan Teluk Bayur. Karena itu, PMI diharapkan dapat ikut turun ke lapangan sesuai kapasitasnya, baik dalam penanganan bencana, pertolongan pertama maupun evakuasi korban.
“Di tengah kemarau yang cukup panjang ke depan, masyarakat banyak kekurangan sumber air bersih karena sungai-sungai banyak yang mengering. Saya harapkan teman-teman PMI bisa mengambil langkah cepat untuk memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan air bersih,” jelasnya.
Selain kebencanaan, Sri memberikan perhatian khusus terhadap pelayanan darah. Ia meminta PMI tidak menunggu momentum tertentu untuk menggelar donor darah. Menurutnya, kegiatan donor darah perlu dilakukan secara rutin minimal satu kali setiap bulan untuk memastikan ketersediaan darah bagi pasien di rumah sakit. “Tidak usah menunggu event-event tertentu. PMI bisa melaksanakan sebulan sekali secara rutin. Itu untuk menjaga stok darah yang ada di Kabupaten Berau,” tegasnya.
Ia juga meminta informasi mengenai ketersediaan dan jenis golongan darah diperbarui secara berkala. Dengan begitu, rumah sakit dapat mengetahui kondisi stok secara cepat dan mengambil langkah ketika ada pasien yang membutuhkan transfusi. Sri turut mendorong PMI membuat kegiatan donor darah yang lebih kreatif dan edukatif agar minat masyarakat meningkat. Kegiatan dapat dikemas dengan konsep yang menarik dan menghibur, namun tetap berorientasi pada misi kemanusiaan.
“Silakan lakukan inovasi-inovasi yang kreatif supaya kegiatan tersebut bisa menghibur, tetapi juga menarik para pendonor sehingga ketersediaan darah tidak kosong,” ucapnya.
Bupati juga melihat PMI memiliki ruang besar untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk membantu pemerintah menekan angka stunting. Sri Juniarsih mendorong PMI berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan, Posyandu maupun fasilitas kesehatan dalam memberikan edukasi mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi anak. Ia menyoroti pentingnya konsumsi ikan bagi anak-anak, terutama di wilayah yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan. “Kadang-kadang orang di kampung itu rata-rata nelayan, tetapi anak-anak mereka justru mengalami stunting. Padahal orang tuanya nelayan,” tuturnya.
Menurutnya, PMI dapat mengambil peran dalam mengubah pola pikir masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan sesuai karakter masing-masing wilayah. Ia menyebut persoalan stunting tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu organisasi. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar anak-anak Berau dapat tumbuh sehat sebagai calon generasi penerus daerah.
Sri menegaskan, PMI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan berbagai program. Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang humanis dalam menjalankan kegiatan di tengah masyarakat, terutama di kampung-kampung. “Pendekatan kepada masyarakat adalah cara yang dibenarkan untuk mengubah pola pikir masyarakat. Komunikasi kita harus humanis,” katanya.
Dia mengajak seluruh jajaran PMI menjaga semangat kerelawanan, solidaritas dan keikhlasan dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Ia meyakini kekuatan PMI terletak pada semangat para relawan yang bersedia hadir dan membantu tanpa mengutamakan kepentingan pribadi. “Ini adalah kegiatan kemanusiaan. Semuanya akan bernilai pahala ketika rekan-rekan dapat melaksanakannya dengan penuh keikhlasan,” pungkasnya. (Riska)