src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Penegakan Hukum Dilakukan di 9 Polda

Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Penegakan Hukum Dilakukan di 9 Polda

waktu baca 3 menit
Senin, 24 Agu 2026 14:05 25 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Polri memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kemarau panjang dan fenomena El Nino. Upaya tersebut mencakup mitigasi sejak prabencana, kesiapan personel dan peralatan, hingga penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran.

Dilansir dari Polres Bontang News, langkah Polri dilakukan dengan mengedepankan pencegahan serta kesadaran masyarakat. Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penanganan karhutla tidak sebatas pemadaman dan proses hukum, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mencegah kebakaran sejak dini.

“Yang kita harapkan dengan teman-teman media, khususnya kita bisa memberikan awareness, pengetahuan, kesadaran kepada masyarakat tentang pendekatan membangun kesadaran dan tindakan untuk melindungi lingkungan,” ujar Trunoyudo dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Menurut Trunoyudo, Polri bersama sejumlah pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah antisipasi. Kebijakan tersebut mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada 28 Juli 2026 yang membahas fenomena El Nino, cuaca ekstrem, serta ancaman karhutla.

Mitigasi dilakukan dengan memperbarui pemetaan kawasan yang memiliki potensi karhutla. Polri juga melakukan verifikasi hotspot di lapangan, memperkuat sistem peringatan dini atau early warning system, serta menggelar patroli terpadu bersama TNI, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Selain itu, ratusan apel kesiapsiagaan dan kegiatan sosialisasi pencegahan karhutla telah dilaksanakan di sejumlah wilayah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan menghadapi potensi kebakaran selama kondisi kemarau.

Trunoyudo mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Salah satunya pembukaan lahan dengan cara membakar serta kegiatan pembakaran sampah yang berpotensi menimbulkan api tidak terkendali.

“Yang kami sampaikan ini bukan sekadar hanya mitigasi karhutla dan penegakan hukum persoalan lingkungan saja, tapi juga awareness terhadap keselamatan masyarakat dan tentunya adalah perlindungan terhadap lingkungan sebagai suatu keberlanjutan dan kesejahteraan bagi kehidupan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Karo Binops Stamaops Polri Brigjen Pol. Auliansyah Lubis menyebut persiapan menghadapi potensi karhutla telah dilakukan jauh sebelum memasuki puncak musim kemarau. Persiapan tersebut melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta kesiapan personel hingga tingkat kewilayahan.

“Polri juga sudah melakukan kegiatan-kegiatan persiapan di seluruh wilayah. Jadi seluruh Satker, seluruh Polda sampai dengan jajaran Polres itu sudah melakukan persiapan,” ujar Auliansyah.

Kesiapan tersebut mencakup apel personel, pemeriksaan sarana dan prasarana, serta patroli darat dan udara. Dalam pelaksanaannya, patroli dapat menggunakan helikopter maupun drone untuk memantau wilayah yang memiliki potensi karhutla.

Polri juga melakukan sosialisasi mengenai larangan membakar, pemetaan daerah rawan, serta pembangunan sejumlah infrastruktur pembasahan. Fasilitas yang disiapkan antara lain embung, sekat kanal, dan sumur bor untuk mendukung upaya pencegahan serta penanganan kebakaran.

Untuk merespons kemunculan titik panas, Polri menerapkan deteksi dini melalui pemantauan satelit dan laporan dari masyarakat. Informasi tersebut kemudian diverifikasi langsung oleh petugas di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Jika verifikasi menemukan titik api, personel bersama pemangku kepentingan terkait akan segera melakukan pemadaman dan pendinginan. Setelah itu, proses penyelidikan dilakukan apabila terdapat indikasi terjadinya tindak pidana.

“Respons ancaman titik api, Polri menerapkan SOP respons cepat dengan target satu sampai dua jam sejak satelit mendeteksi hotspot,” jelas Auliansyah.

Untuk mendukung respons tersebut, Polri telah menyiapkan personel dan sejumlah peralatan penanganan karhutla. Sarana yang disiapkan meliputi pompa air portabel, kendaraan taktis untuk mendukung penanganan karhutla, drone fire suppression, hingga helikopter yang dapat digunakan dalam operasi water bombing.

LAINNYA
x