src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Taufik (52) diwawancarai di tengah aksi demonstrasi sopir truk di depan Kantor Balai Kota, Senin (24/8/2026). (Foto: Retno/Headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Seorang sopir truk asal Samarinda, Taufik (52), mengaku dua kali dimintai uang oleh orang yang disebutnya mengenakan seragam Dinas Perhubungan (Dishub) saat membawa muatan di jalan.
Pengakuan itu disampaikan Taufik usai berorasi dalam aksi Forum Gerakan Sopir Samarinda (FGSS) di depan Balai Kota Samarinda, Senin, 24 Agustus 2026. Kejadian pertama, ungkap Taufik, dialaminya saat membawa muatan barang elektronik dan kasur menuju Bontang.
Dijelaskannya, petugas tersebut mempermasalahkan tinggi muatan yang dibawanya, meski berat muatan disebutnya hanya sekitar 800 kilogram. Ia kemudian dimintai uang rokok oleh oknum diduga pegawai Dishub tersebut. “Diminta uang, bilangnya uang rokok untuk orang Dishub. Dikasih 20 ribu, saya tanya untuk apa uang 20? terus bilangnya jangan ngomong-ngomong orang, jangan ngomong-ngomong temanmu,” ungkapnya.
Kejadian itu, sebut dia, berlangsung di Jalan Ring Road 2, setelah lampu merah kawasan Air Putih. Ia menyebut peristiwa tersebut terjadi sekitar dua minggu sebelum aksi dan bukan hanya sekali dialaminya.
Taufik mengaku kejadian kedua terjadi ketika dirinya membawa tanah uruk menggunakan mobil dump truck dari kawasan Ring Road menuju Jalan Jakarta. Saat itu, ia menyebut didatangi orang berbeda yang juga mengenakan seragam. Ia mengaku kembali dimintai uang sebesar Rp20 ribu dengan alasan uang damai atau uang keamanan. “Jam 9 lewat 10 menit, diminta uang Rp20 ribu, bilang uang damai. Itu rampok itu, Pak,” ujarnya.
Ia mengatakan permintaan uang tersebut juga dialami rekan-rekannya yang berada dalam satu rombongan. Kondisi itu, menurutnya, semakin memberatkan karena dirinya hanya berstatus sebagai sopir buruh dan kendaraan yang digunakan bukan miliknya. “Saya masih nyewa, anak tiga sekolah semua. Kalau dirampok kayak gitu, mau makan apa saya? Mobil orang, bukan mobil saya sendiri,” tuturnya.
Menanggapi pengakuan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu meminta pihak yang menyampaikan tudingan untuk memberikan bukti apabila memang terdapat oknum Dishub yang melakukan pungutan.
“Kalau itu tanyakan kepada yang ngomong. Siapa yang ngomong, itu yang membuktikan. Apabila memang ada oknum yang terbukti tentu ada tindak tegas, selama memang itu bisa dibuktikan,” respon Hotmarulitua Manalu singkat. (Retno)