src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Sungai Mahakam Surut, Pemprov Kaltim Kirim 5 Truk Logistik dan Cadangan Pangan ke Mahulu

Sungai Mahakam Surut, Pemprov Kaltim Kirim 5 Truk Logistik dan Cadangan Pangan ke Mahulu

waktu baca 3 menit
Senin, 17 Agu 2026 19:58 47 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Dampak kekeringan akibat fenomena El Nino yang membuat Sungai Mahakam surut di kawasan hulu direspons cepat oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim). Bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemprov Kaltim melepas bantuan cadangan pangan sekaligus komoditi operasi pasar untuk warga Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, dua wilayah yang paling terdampak surutnya aliran sungai.

Bantuan yang disalurkan terdiri dari 9.715 cadangan pangan, ditambah komoditi operasi pasar yang mencakup beras Premium Kita ukuran 5 kilogram sebanyak 330 sak, minyak goreng Minyakita kemasan 2 liter sebanyak 600 pieces, dan gula Rose Brand kemasan 1 kilogram sebanyak 1.200 pieces, dengan total bobot komoditi mencapai 3,45 ton.

Selain kebutuhan pangan, Pemprov Kaltim turut menyalurkan bantuan energi berupa 720 tabung gas LPG 3 kilogram dan 200 tabung LPG 5 kilogram.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud langsung melepas keberangkatan bantuan tersebut menyebut momen ini sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan, sekaligus wujud mengisi kemerdekaan lewat kerja-kerja pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.

“Hari ini kita akan melaksanakan penyerahan cadangan pangan untuk saudara-saudara kita yang hari ini terdampak berkaitan dengan El Nino. Kemarau panjang membuat sungai-sungai di seluruh Indonesia hampir semuanya kering, tanpa terkecuali Sungai Mahakam,” ujar Rudy, Senin 17 Agustus 2026.

Ia menegaskan, meski secara geografis Mahakam Ulu terletak jauh dari pusat pemerintahan provinsi, hal itu tidak boleh membuat wilayah tersebut luput dari perhatian. Dikatakannya, jarak yang jauh di peta tidak sebanding dengan kedekatan perhatian yang harus terus diberikan pemerintah kepada warga di sana.

“Jangan kita melihat bahwa Mahakam Ulu jauh di peta, itu hanya jauh di peta, tapi tentunya dekat dalam perhatian masyarakat. Tidak ada yang luput daripada perhatian seluruh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” tutur dia.

Penyaluran cadangan pangan ini, kata Rudy, merupakan hasil kerja sama Pemprov Kaltim dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), sementara untuk kebutuhan energi disalurkan melalui jalur distribusi tersendiri. Ia meminta agar seluruh paket bantuan bisa sampai tepat sasaran ke pos-pos penyaluran, khususnya di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari yang menjadi wilayah paling terdampak.

Lebih jauh, Rudy menyoroti betapa krusialnya peran Sungai Mahakam sebagai jalur distribusi utama bagi warga di kawasan hulu. Ia mengingatkan bahwa begitu debit air sungai menyusut, seluruh distribusi barang, jasa, hingga mobilitas manusia ikut terganggu, sebuah kondisi yang menurutnya menjadi persoalan bersama, baik bagi masyarakat, pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat.

“Kami punya komitmen yang tinggi untuk bagaimana kita tidak hanya mengandalkan jalur air sungai saja, tapi bagaimana jalan-jalannya itu bisa tembus sampai ke kecamatan-kecamatan yang pelosok sana,” tegasnya.

Rudy pun mengajak dukungan dari DPRD Provinsi Kalimantan Timur untuk bersama-sama mendorong pembangunan konektivitas darat menuju wilayah pelosok seperti Long Apari dan Long Pahangai.

Ia mengakui, saat ini akses menuju kedua kecamatan tersebut masih sangat bergantung pada jalur udara yang biayanya tergolong mahal, sementara jalur sungai kerap tidak bisa diandalkan akibat pendangkalan. “Konektivitas menjadi sangat-sangat mahal. Saat ini konektivitas kita lewat udara dengan jalur-jalur yang belum tembus, jalur air yang tidak bisa dilalui karena dangkalnya Sungai Mahakam,” ungkapnya.

Kendati demikian, Rudy menegaskan komitmen Pemprov Kaltim untuk terus mendorong pembukaan akses darat, agar distribusi logistik, barang, jasa, dan mobilitas warga bisa berjalan normal tanpa terlalu bergantung pada kondisi sungai yang fluktuatif mengikuti musim.

Dalam kegiatan pelepasan tersebut, sedikitnya lima unit truk logistik diberangkatkan membawa seluruh bantuan menuju Long Apari dan Long Pahangai. Rudy berharap seluruh armada bisa sampai ke tujuan dengan selamat dan segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

“Selamat bertugas kepada driver-driver, mohon diperhatikan, lebih cepat lebih bagus untuk bisa sampai ke sana, operasi pasar bisa segera dilaksanakan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur hadir di tengah-tengah seluruh masyarakat Kalimantan Timur, khususnya yang ada di Mahakam Ulu,” demikian Rudy Mas’ud. (Retno)

LAINNYA
x