src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> ‎Sidak Gedung SMAN 3 Unggulan Tenggarong, DPRD Kaltim: Memprihatinkan

‎Sidak Gedung SMAN 3 Unggulan Tenggarong, DPRD Kaltim: Memprihatinkan

waktu baca 3 menit
Jumat, 2 Okt 2026 20:32 24 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) meninjau langsung kondisi fasilitas di SMAN 3 Unggulan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Sekolah unggulan ketarunaan itu dinilai masih minim fasilitas.

Peninjauan dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kaltim H Baba. “Saya sudah melihat semua SMA unggulan di Kaltim, ini yang terakhir. Ternyata kondisinya sama, fasilitasnya minim. Bahkan ada yang lebih parah, yaitu Sekolah Khusus Olahraga Indonesia (SKOI) Kaltim,” kata Baba.

Bersama anggota DPRD Kaltim lainnya, Baba meninjau sejumlah gedung yang terbengkalai dan tidak terawat, di antaranya ruang serba guna dan asrama. Kondisi bangunan-bangunan itu memprihatinkan dan kerap menjadi sasaran pencurian.

“Sayang sekali, aset pemerintah bernilai ratusan miliar rupiah ini tidak terawat dan tidak dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Baba, kebutuhan paling mendesak adalah perbaikan sanitasi. Toilet di kamar asrama tidak berfungsi dengan baik sehingga pihak sekolah harus membuat toilet tambahan di luar kamar. “Kasihan murid kalau toilet tidak berfungsi dengan baik,” kata dia.

Baba meminta manajemen sekolah mengusulkan kebutuhan yang diperlukan. Usulan itu akan diperjuangkan masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2027 yang saat ini masih dalam pembahasan. Komisi IV, kata dia, akan berkoordinasi dengan gubernur dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim.

“Keterbatasan anggaran juga menjadi kendala pembangunan sarana dan prasarana sekolah. Tahun ini hanya dialokasikan Rp 35 miliar. Makanya kami coba perjuangkan di APBD tahun depan,” ujarnya.

Anggota DPRD Kaltim lainnya, Makmur HAPK, menyayangkan jika pendidikan kurang diperhatikan. Mantan Bupati Berau itu menegaskan, meskipun besaran APBD Kaltim menurun, belanja pendidikan harus tetap menjadi prioritas. “Belanja pendidikan dan kesehatan wajib didahulukan. Belanja lainnya bisa di nomor dua,” tegasnya.

Kepala Seksi SMA dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Disdikbud Kaltim Cabang III Fadli Yulizannur mengatakan, sekolah unggulan itu awalnya dibangun untuk anak-anak Kukar karena pada 2012 kewenangan pengelolaan SMA masih berada di kabupaten.

Fadli, yang saat itu menjadi guru perintis di SMAN 3, mengungkapkan bahwa sekolah tersebut awalnya tidak memiliki air dan listrik. “Dana sekolah lebih banyak habis untuk operasional, seperti beli air dan solar genset. Sekarang sudah ada perubahan, tersedia air PDAM dan listrik PLN,” ucapnya.

Fadli menyebut peninjauan Komisi IV menjadi secercah harapan bagi perbaikan fasilitas sekolah. Saat ini, SMAN 3 Unggulan hanya mampu menampung sekitar 400 siswa karena kapasitas asrama terbatas, padahal peminatnya banyak.

Kepala SMAN 3 Unggulan Tenggarong Aris Setiawan mengakui sebagian bangunan belum dimanfaatkan dengan baik sejak diserahkan dari pemerintah kabupaten. Menurut dia, berbagai usulan perbaikan sudah diajukan.

Aris menjelaskan, luas lahan sekolah mencapai lebih dari 25 hektare. Sebanyak 4 hektare sedang dalam proses sertifikasi dan sertifikatnya segera terbit, 17 hektare sudah dipasangi patok batas dengan lingkungan sekitar, dan 4 hektare sisanya masih dalam proses administrasi.

“Program kolaborasi tetap terbuka demi memajukan sekolah kami. Dengan hadirnya Komisi IV DPRD, kami berharap ada program revitalisasi bagi sekolah unggulan,” harapnya. (Andri)

 

LAINNYA
x