Beranda Bontang Imbas Covid-19, Penutupan Perpuskot Bontang Diperpanjang, Dorong Penggunaan E-Book

Imbas Covid-19, Penutupan Perpuskot Bontang Diperpanjang, Dorong Penggunaan E-Book

perpustakaan bontang
Advertisement

Headlinekaltim.co, Bontang – Sudah lebih sebulan, seluruh layanan di perpustakaan kota (Perpuskot) Bontang ditutup total. Hal ini menyusul angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Taman yang terus naik.

Sebelumnya, perpustakaan yang terletak di Jalan HM Ardans, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan itu kali perdana menutup layanan pada 18-31 Maret 2020.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang selaku pengelola perpuskot sempat berencana membuka kembali layanan langsung. Meski dengan pembatasan jam operasional dan beberapa penyesuaian.

Advertisement

Namun usai melihat perkembangan terkini Covid-19 di Bontang, di mana kurvanya justru terus naik, maka rencana itu diurungkan. Perpanjangan diambil hingga 13 Mei 2020. Pun kemungkinan besar, ini akan berlanjut.

“Layanan kami di perpustakaan tutup total. Kami melihat perkembangan Covid-19 di Bontang belum mereda,” ujar Kasi Pengelolaan dan Pelayanan DPK Bontang, Alifia Rizkiyanti Kamis (7/5/2020) lalu.

Lantaran belum bisa memastikan kapan mulai buka, selama pandemi ini pengelola perpuskot mendorong masyarakat untuk beralih ke buku elektronik (E-Book).

Seluruh buku-buku elektronik koleksi perpuskot bisa diakses melalui aplikasi iBontang. Untuk mendapatkan aplikasi iBontang, masyarakat tinggal mengunduhnya di Google Playstore dan itu gratis.

Usai mengunduh aplikasi. Langkah selanjutnya ialah menjadi member iBontang. Ini sangat mudah. Hanya mendaftar menggunakan surel, mengisi kolom formulir, verifikasi, dan selesai.

Terdapat 879 judul buku yang tersedia di perpustakaan digital (E-Lib) itu. Masing-masing judul buku memiliki stok 5 eksemplar. Demikian, total ada 4.395 buku yang siap masyarakat nikmati.

Masa peminjaman berlaku 3 hari. Dan setelahnya, bila tak diperpanjang otomatis buku akan kembali ke sistem (Koleksi yang tersedia/bisa dipinjam).

“Untuk sementara, karena perpustakaan masih tutup. Masyarakat bisa melihat koleksi di iBontang. Koleksi di sana tak kalah bagus,” pungkas Alifia. Sumber bontangpost.id

Komentar