src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Seorang petugas Kesan Distan PPU melakukan vaksinasi sapi kurban (jar)HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Penjualan hewan kurban di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk kebutuhan hari raya Kurban Iduladha tahun 2026 ini diprediksi alami penurunan hingga 30 persen dibandingkan tahun 2025 kemarin.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten PPU, Rozihan Asward, Sabtu 23 Mei 2026 mengatakan, penyebab terjadi penurunan daya minat masyarakat untuk membeli hewan kurban tersebut disebabkan terjadinya kenaikan harga penjualan hewan kurban menjelang Idul Adha.
“Saat ini kami sedang merencanakan mitigasi terjadinya kenaikan harga ke depan, pada sektor peternakan. Dimana kemungkinan akan terjadi kenaikan harga pada penjualan hewan kurban pada hari raya Iduladha yang jatuh pada akhir Mei 2026 ini,” sebutnya.
Selain itu, lanjut Rozihan, dalam rangka kesiapan Iduladha tahun ini, terdapat isu strategis di tingkat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) PPU. Diketahui, harga telur ayam ras di tingkat peternak khususnya peternak mandiri di kabupaten PPU kondisinya anjlok. Ini disebabkan melemahnya daya serap pasar.
“Kondisi ini tentu membuat peternak mandiri tertekan karena harus membeli pakan dengan harga mahal dan harus menjual hasil panen dengan harga murah,” tuturnya.
Distan PPU telah mencatat jumlah ketersediaan hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha tahun 2026 mencapai 1.232 ekor atau mengalami kenaikan jumlah dibandingkan dengan tahun 2025 kemarin yang berjumlah total 1.200 ekor, terdiri dari sapi 1.000 ekor dan kambing 200 ekor.
Ia merincikan, total 1.232 ekor hewan kurban tersebut antara lain sejumlah 1.001 ekor sapi, kambing sebanyak 181 ekor dan domba 50 ekor. Dengan lokasi penjualan tersebar di 48 titik tersebar pada empat kecamatan se PPU.
Tahun ini, katanya, kabupaten PPU juga mendapatkan satu hewan kurban jenis sapi Bantuan Kemasyarakatan Presiden Prabowo Subianto seberat 950 kilogram. “Sumbangan sapi kurban dari pak Presiden Prabowo Subianto itu bakal diterima panitia kurban Masjid Jami’ Al Istiqamah, di Desa Labangka Barat RT 07, Kecamatan Babulu PPU yang akan diserahkan oleh Bapak Bupati PPU Mudyat Noor,” ucapnya.
Untuk diketahui, terangnya, serupa pada tahun-tahun sebelumnya, pasokan hewan kurban ini sebagian besar berasal dari peternak lokal PPU sendiri, ditambah pasokan sisanya dari luar daerah.
Rozihan menerangkan, seluruh stok hewan kurban mendapat pengawasan ketat dari tim Kesehatan Hewan Distan, agar hewan tersebut dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi. Sejak Februari hingga April 2026 kemarin, sejumlah upaya telah dilakukan Bidang Peternakan dalam Pengendalian inflasi, upaya itu berupa pengawasan kesehatan hewan pada unit usaha perunggasan untuk menjamin kualitas dan keamanan produk.
Lalu pemantauan ketersediaan dan harga hewan kurban menjelang hari raya Iduladha, kemudian untuk antisipasi penyakit hewan juga dilakukan pengawasan kesehatan hewan khususnya untuk menjamin ketersediaan hewan kurban yang sehat dan layak.
“Kami juga melakukan vaksinasi dan pengobatan penyakit seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD), untuk menjamin keamanan pangan dan mencegah kerugian peternak,” pungkas Rozihan.(jar)