src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Isran Noor meladeni pertanyaan awak media. (puput/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pada tanggal 11 November 2023, mantan Gubernur Kaltim Isran Noor resmi mengundurkan diri dari Ketua DPW Partai Nasdem Kaltim. Pengunduran Isran Noor dari partai tersebut memang tidak jauh dari kepentingan Pemilu 2024.
Kini, Isran menegaskan posisinya sebagai pendukung Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming. Pernyataan dukungan itu disampaikannya dengan terang usai terselenggaranya acara “Isran Noor Mengundang dan Menghibur” yang berlangsung di Planery Hall Sempaja pada Sabtu 3 Februari 2024 siang.
Dia secara terang-terangan menunjukkan gestur dua jari di hadapan tamu undangan. “Pemilu Presiden dan Wakil Presiden jelas pilihan saya ke nomor dua, Prabowo,” ucapnya. Meski Isran tidak bermaksud berkampanye, namun ia mengajak masyarakat Kaltim untuk mengacungkan dua jari.
“Ini bukan kampanye, cuman mengajak (sambil mengacungkan dua jari). Kalau kampanye saya jurkam. Ada surat keputusannya, harus izin segala macam,” celetuknya.
“Jadi ada calon presiden dan wapres. Satu dua tiga (kembali mengacungkan dua jari). Yang paling nyaman ditusuk yang di tengah, paham?” katanya lagi.
Isran mengakui, bahwa mundurnya dia dari jabatan sebagai Ketua NasDem Kaltim disebabkan Capres Anies Baswedan yang diusung oleh partai NasDem menolak proyek Ibu Kota Negara (IKN).
Oleh karena itu, Isran kembali lagi menggalang dukungan demi Prabowo Subianto . “Saya secara pribadi apapun yang terjadi IKN harus tetap berjalan dan saya juga siap berada di barisan terdepan dan paling utama berkorban yang penting IKN harus berlanjut,” ujarnya.
Selain itu, Isran menyebut bahwa Capres dan Cawapres yang menolak keberadaan IKN di Kaltim tidak layak menjadi pemimpin bangsa Indonesia. “Saya punya sikap yang jelas kalau ada capres-cawapres yang menolak IKN dia bukan pemenang,” katanya.
Menurut Isran, jika ada yang menolak IKN tentu terindikasi bertentangan dengan keinginan rakyat Indonesia. Adanya UU IKN didukung oleh 93 persen rakyat Indonesia yang direpresentasikan anggota DPR RI di Senayan. “Dan saya tahu siapa yang betul-betul mau melanjutkan IKN. Siapa lagi kalau bukan Prabowo,” tegasnya.
“Jadi kalau ada yang menolak sama dengan mengkhianati kehendak rakyat Indonesia, saya gak mau sebut siapa itu. Ini bukan marah, cuman memberi tahu,” bebernya. Lagi-lagi dengan gaya komunikasi ceplas-ceplos yang selama ini dikenal publik Kaltim . Acara tersebut juga dimeriahkan dengan pembagian door prize dan senam gemoy bersama masyarakat Kaltim. (Puput)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim