src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Korban mendapatkan perawatan medis usai ditemukan oleh tim gabungan. (ist)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Dua petani pencari kayu gaharu yang sempat dilaporkan hilang di kawasan hutan Meraang STA 19, Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat pada Rabu, 27 Mei 2026.
Kedua korban diketahui bernama Paharudin (57) dan Sawaludin (44), warga Jalan Mojo, Labanan Makmur, Kabupaten Berau. Mereka ditemukan tim gabungan di seberang Sungai Inaran, sekitar 13 kilometer dari pondok tempat terakhir mereka berada.
Peristiwa ini bermula saat ketiganya, termasuk saksi bernama Marzoan (20), masuk ke hutan untuk mencari gaharu dan telah berada di dalam kawasan hutan selama 16 hari. Namun pada Kamis, 21 Mei 2026 sekitar pukul 11.30 WITA, kedua korban tak kunjung kembali ke pondok setelah beraktivitas di dalam hutan.
Marzoan sempat melakukan pencarian mandiri selama dua hari. Karena tak menemukan jejak kedua pamannya itu, ia akhirnya pulang ke Labanan pada Sabtu sore untuk meminta bantuan warga dan aparat. Laporan orang hilang kemudian diterima pada Minggu, 24 Mei 2026, dan pencarian langsung dilakukan oleh tim gabungan dengan menyisir area sekitar pondok korban di kawasan Jalan Meraang STA 19.
Selama empat hari pencarian, puluhan personel diterjunkan ke lokasi. Tim gabungan terdiri dari personel Pospol Labanan, Babinsa, Disdamkarmat Berau, Redkar, pemerintah kampung, masyarakat, hingga relawan rescue. Meski sempat terkendala medan hutan yang berat dan minim petunjuk, pencarian terus dilakukan hingga akhirnya kedua korban berhasil ditemukan pada hari keempat.
“Korban ditemukan dalam kondisi selamat. Berdasarkan pengakuan mereka, keduanya tersesat di dalam hutan,” ujar Petugas Evakuasi Disdamkarmat Berau, Dwi Susilo.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi bersama masyarakat dan tim gabungan menuju Puskesmas Labanan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. (Riska)