src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Diet 6.000 Kalori Erling Haaland Aman Ditiru? Dokter Ungkap Risiko bagi Non-Atlet

Diet 6.000 Kalori Erling Haaland Aman Ditiru? Dokter Ungkap Risiko bagi Non-Atlet

waktu baca 3 menit
Selasa, 14 Jul 2026 14:29 25 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Diet 6.000 kalori Erling Haaland menarik perhatian karena dinilai menjadi salah satu faktor yang menunjang performa striker Manchester City dan Timnas Norwegia tersebut. Namun, dokter mengingatkan bahwa pola makan ekstrem ini tidak bisa diterapkan sembarangan oleh masyarakat umum karena berisiko memicu berbagai gangguan kesehatan.

Dilansir dari CNN Indonesia, Erling Haaland mengonsumsi sekitar 6.000 kalori setiap hari untuk memenuhi kebutuhan energi sebagai pesepak bola profesional. Jumlah tersebut hampir tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan kebutuhan kalori rata-rata orang dewasa.

Pola makan pemain asal Norwegia itu dipenuhi berbagai makanan tinggi kalori dan kaya nutrisi. Dalam sehari, Haaland disebut mengonsumsi empat butir telur, yogurt, roti panggang, susu mentah (raw milk), sandwich berisi burrata dan minyak truffle, hingga tomahawk steak seberat sekitar 1,1 kilogram.

Media The Athlete Lifestyle bahkan pernah mengulas pengalaman koresponden Leigh Kiniry yang mencoba menjalani diet 6.000 kalori Erling Haaland selama sehari.

Awalnya, Kiniry menganggap tantangan tersebut tidak terlalu sulit. Namun, setelah menyantap makan siang berkalori tinggi dan makan malam berupa tomahawk steak jumbo lengkap dengan sumsum tulang sapi, ia mengaku tidak mampu menghabiskan seluruh hidangan.

Makan malam tersebut diperkirakan mengandung sekitar 3.000 kalori. Kiniry akhirnya menyerah saat berusaha menghabiskan steak berbobot sekitar 2,5 pound atau setara 1,1 kilogram.

Bagi Haaland, pola makan itu merupakan bagian dari rutinitas sebagai atlet elite. Asupan energi yang tinggi dibutuhkan untuk menunjang kekuatan, kecepatan, daya tahan, serta proses pemulihan tubuh setelah latihan dan pertandingan.

Selain daging sapi, menu harian Haaland juga mencakup jantung sapi, hati sapi, madu mentah, ikan kakap, asparagus, nasi goreng telur, hingga susu mentah.

Dokter Ingatkan Risiko bagi Orang Biasa

Dokter spesialis gizi klinik Igus Ulfa Yaze menegaskan bahwa diet 6.000 kalori Erling Haaland tidak cocok diterapkan oleh masyarakat umum yang memiliki tingkat aktivitas fisik jauh lebih rendah.

“Kalau untuk 6.000 kalori, lumayan banyak ya. Karena sebenarnya kita makan 2.500 sampai 3.000 kalori saja itu sudah banyak banget,” kata Yaze, dikutip dari DetikHealth.

Ia menjelaskan bahwa konsumsi makanan tinggi kalori dan tinggi lemak tanpa diimbangi aktivitas fisik yang berat dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

Menurutnya, konsumsi jeroan dalam jumlah besar juga perlu diwaspadai. Meski mengandung vitamin B, folat, zat besi, fosfor, magnesium, dan protein, jeroan juga tinggi purin dan kolesterol apabila dikonsumsi secara berlebihan.

“Untuk hasil laboratorium bisa jadi purinnya tinggi, kolesterol bisa tinggi, terus gula darah juga bisa tinggi,” ujarnya.

Yaze menjelaskan, kebutuhan energi Haaland sangat besar karena intensitas latihan yang dijalaninya setiap hari sebagai atlet profesional. Sebagian besar kalori yang dikonsumsi digunakan untuk menunjang aktivitas fisik, mempercepat pemulihan otot, dan menjaga performa di lapangan.

Sebaliknya, jika pola makan tersebut diterapkan oleh orang yang aktivitas fisiknya tidak sebanding, kelebihan energi akan disimpan tubuh dalam bentuk lemak.

“Dampaknya yang pasti berat badan naik kalau tidak ada aktivitas fisik,” kata Yaze.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak meniru pola makan atlet profesional hanya demi mendapatkan bentuk tubuh serupa.

“Dalam waktu yang sangat cepat berat badan akan naik, bisa jadi obesitas tiba-tiba,” ujarnya.

Sebagai alternatif, masyarakat disarankan menerapkan pola makan bergizi seimbang yang disesuaikan dengan kebutuhan kalori, usia, kondisi kesehatan, dan tingkat aktivitas fisik masing-masing. Cara tersebut dinilai lebih aman untuk menjaga kesehatan tanpa meningkatkan risiko obesitas maupun penyakit akibat kelebihan asupan energi.

LAINNYA
x