src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO – Jempol kaki kebas merupakan kondisi yang ditandai dengan mati rasa, kesemutan, atau berkurangnya kemampuan merasakan sentuhan pada jempol kaki. Meski sering dianggap ringan, jempol kaki kebas bisa menjadi tanda gangguan saraf, masalah aliran darah, hingga penyakit tertentu yang memerlukan penanganan medis.
Dilansir dari Alodokter, jempol kaki kebas dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Keluhan ini kerap muncul setelah mengenakan sepatu yang terlalu sempit atau saat kaki berada pada posisi yang sama dalam waktu lama, misalnya ketika duduk dalam waktu lama.
Pada sebagian besar kasus, jempol kaki kebas akan membaik dengan sendirinya. Namun, jika keluhan berlangsung lama, sering berulang, atau disertai gejala lain pada kaki, kondisi tersebut bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang perlu diperiksa oleh dokter.
Berikut beberapa penyebab jempol kaki kebas yang paling sering terjadi:
Tekanan pada saraf tepi di kaki menjadi salah satu penyebab paling umum. Kondisi ini dapat dipicu oleh penggunaan sepatu yang sempit, kebiasaan duduk bersila, menyilangkan kaki, atau berlutut dalam waktu lama. Tekanan tersebut mengganggu penghantaran sinyal saraf ke otak sehingga menimbulkan sensasi kebas atau kesemutan.
Sirkulasi darah yang tidak lancar membuat jaringan di jempol kaki kekurangan oksigen dan nutrisi. Akibatnya, muncul rasa kebas, kesemutan, hingga sensasi dingin pada kaki.
Gangguan ini bisa dipicu oleh berdiri terlalu lama, duduk dengan kaki tertekuk dalam waktu lama, varises, maupun penyumbatan pembuluh darah akibat kolesterol tinggi atau penggumpalan darah.
Vitamin B1, B6, dan B12 berperan penting dalam menjaga kesehatan saraf. Kekurangan vitamin tersebut dapat merusak saraf tepi, termasuk saraf di kaki, sehingga memicu jempol kaki kebas.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh pola makan yang kurang seimbang, gangguan penyerapan nutrisi, maupun kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
Diabetes juga menjadi penyebab yang perlu diwaspadai. Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah kecil dan saraf di kaki atau dikenal sebagai neuropati diabetik.
Jika tidak dikendalikan, kebas dapat menyebar ke seluruh kaki, disertai kelemahan otot, menurunnya kemampuan berjalan, hingga meningkatkan risiko luka pada kaki.
Cedera seperti patah tulang, keseleo, maupun luka pada jempol kaki dapat menyebabkan kerusakan atau tekanan pada saraf. Pembengkakan akibat cedera juga dapat memperparah tekanan sehingga memicu mati rasa yang terkadang berlangsung cukup lama.
Masalah pada tulang belakang bagian bawah, seperti saraf terjepit akibat hernia nukleus pulposus (HNP), juga dapat mengganggu penghantaran sinyal saraf menuju kaki.
Selain jempol kaki kebas, kondisi ini sering disertai nyeri punggung bawah dan gangguan saat menggerakkan kaki.
Apabila jempol kaki kebas hanya berlangsung sesaat, keluhan umumnya dapat membaik tanpa pengobatan. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu mempercepat pemulihan:
Jika jempol kaki kebas tidak kunjung membaik, sering kambuh, atau disertai riwayat penyakit seperti diabetes, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan diperlukan agar penyebabnya dapat diketahui dan penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi yang mendasarinya.