26.4 C
Samarinda
Senin, April 19, 2021

Hari Ini Tambah Delapan, Total 225 Pasien Meninggal Akibat COVID-19 di Kaltim

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Satgas Penanganan COVID-19 Kalimantan Timur merilis jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per hari ini, Selasa 8 September 2020. Ada penambahan 92 kasus baru.

Kini, total 5.273 kasus positif COVID-19 di Bumi Etam. Dari jumlah tersebut, pasien COVID-19 yang dirawat 2.029 kasus atau ada penambahan 28 kasus. Sedangkan yang sembuh hari ini bertambah 56 kasus sehingga total menjadi 3.019 kasus.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kaltim, Andi M Ishak menyebutkan, kasus meninggal bertambah sebanyak 8 kasus. Kini, total 225 orang yang meninggal karena virus corona.

“Penambahan kasus terkonfirmasi COVID-19 yang dilaporkan meninggal dari Kutai Kartanegara 2 kasus yaitu KKR 676 wanita 52 tahun dan KKR 671 laki-laki 50 tahun,” ujar Andi.

Kemudian, dari Balikpapan 5 kasus meninggal yaitu BPN 2198 wanita 54 tahun, BPN 2199 laki-laki 56 tahun, BPN 2200 laki-laki 30 tahun, BPN 2204 wanita 39 tahun dan BPN 2208 wanita 62 tahun. Kelimanya memiliki gejala infeksi saluran pernapasan akut.

Sedangkan, di Samarinda ada 1 kasus meninggal yaitu SMD 1233 wanita 52 tahun. Kasus dilaporkan meninggal pada tanggal 7 September 2020 dari RS Dirgahayu Samarinda dan dilaporkan terkonfirmasi Covid-19 pada hari ini. Pemakaman dan pemulasaraan sesuai protokol Covid-19.

Baca Juga  Satu Pasien Positif Covid-19 di Kutai Kartanegara Meninggal

“Dampak ditimbulkan pandemi COVID-19 semakin parah. Tingkat kematian semakin tinggi. Kita tidak ingin banyak masyarakat terpapar yang akhirnya kondisinya lebih buruk dan meninggal dunia,” kata Andi.

Baca Juga  Gelar Sidak, Stok dan Harga Bahan Pokok Dipastikan Aman

Dikatakan Andi, saat ini Satgas COVID-19 terus berupaya menyadarkan masyarakat dengan implementasi Inpres Nomor 6 tahun 2020 dan Peraturan Gubernur Nomor 38/2020 diikuti Peraturan Walikota dan Bupati se-Kaltim.

“Dan beberapa daerah sudah menerapkan upaya lebih pembatasan aktivitas yang tadinya 24 jam, kita sudah harus mengurangi kegiatan-kegiatan yang mungkin sudah tidak produktif lagi,” kata Andi.

Pembatasan aktivitas ini upaya menyelamatkan kesehatan masyarakat agar terhindar dari penularan COVID-19.

“Mengingat efek yang ditimbulkan virus ini semakin berat. Ini terlihat dari semakin tinggi tingkat kematian,” jelas Andi.

Penulis : Amin

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar