Beranda BUMI ETAM Hari Ini Tambah Delapan, Total 225 Pasien Meninggal Akibat COVID-19 di Kaltim

Hari Ini Tambah Delapan, Total 225 Pasien Meninggal Akibat COVID-19 di Kaltim

Hari Ini Tambah Delapan, Total 225 Pasien Meninggal Akibat COVID-19 di Kaltim - headlinekaltim.co
Andi M Ishak
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Satgas Penanganan COVID-19 Kalimantan Timur merilis jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per hari ini, Selasa 8 September 2020. Ada penambahan 92 kasus baru.

Kini, total 5.273 kasus positif COVID-19 di Bumi Etam. Dari jumlah tersebut, pasien COVID-19 yang dirawat 2.029 kasus atau ada penambahan 28 kasus. Sedangkan yang sembuh hari ini bertambah 56 kasus sehingga total menjadi 3.019 kasus.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kaltim, Andi M Ishak menyebutkan, kasus meninggal bertambah sebanyak 8 kasus. Kini, total 225 orang yang meninggal karena virus corona.

Advertisement

“Penambahan kasus terkonfirmasi COVID-19 yang dilaporkan meninggal dari Kutai Kartanegara 2 kasus yaitu KKR 676 wanita 52 tahun dan KKR 671 laki-laki 50 tahun,” ujar Andi.

Kemudian, dari Balikpapan 5 kasus meninggal yaitu BPN 2198 wanita 54 tahun, BPN 2199 laki-laki 56 tahun, BPN 2200 laki-laki 30 tahun, BPN 2204 wanita 39 tahun dan BPN 2208 wanita 62 tahun. Kelimanya memiliki gejala infeksi saluran pernapasan akut.

Sedangkan, di Samarinda ada 1 kasus meninggal yaitu SMD 1233 wanita 52 tahun. Kasus dilaporkan meninggal pada tanggal 7 September 2020 dari RS Dirgahayu Samarinda dan dilaporkan terkonfirmasi Covid-19 pada hari ini. Pemakaman dan pemulasaraan sesuai protokol Covid-19.

“Dampak ditimbulkan pandemi COVID-19 semakin parah. Tingkat kematian semakin tinggi. Kita tidak ingin banyak masyarakat terpapar yang akhirnya kondisinya lebih buruk dan meninggal dunia,” kata Andi.

Dikatakan Andi, saat ini Satgas COVID-19 terus berupaya menyadarkan masyarakat dengan implementasi Inpres Nomor 6 tahun 2020 dan Peraturan Gubernur Nomor 38/2020 diikuti Peraturan Walikota dan Bupati se-Kaltim.

“Dan beberapa daerah sudah menerapkan upaya lebih pembatasan aktivitas yang tadinya 24 jam, kita sudah harus mengurangi kegiatan-kegiatan yang mungkin sudah tidak produktif lagi,” kata Andi.

Pembatasan aktivitas ini upaya menyelamatkan kesehatan masyarakat agar terhindar dari penularan COVID-19.

“Mengingat efek yang ditimbulkan virus ini semakin berat. Ini terlihat dari semakin tinggi tingkat kematian,” jelas Andi.

Penulis : Amin

Komentar
Advertisement