HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Kutai Timur masuk dalam 14 daerah penyelenggara Pilkada 2020 dengan risiko tinggi COVID-19 di Indonesia.
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19 Pusat, Sonny Harry B Harmadi mengingatkan potensi terjadinya klaster Pilkada di 14 daerah tersebut amat tinggi jika tak menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
Kutim berada pada urutan 13, sedangkan posisi 12 diduduki oleh Kutai Kartanegara. Adapun posisi terbawah diisi oleh Boyolali. Pada urutan pertama dimulai diduduki Kota Gunungsitoli, Bandar Lampung, Cilegon, Pesawaran, Kab. Bandung, Tasikmalaya, Karawang, Kendal, Sukoharjo, Sragen, dan Pemalang.
Perihal ini, Ketua Bawaslu Kutim Andi Mappasiling saat dihubungi Headlinekaltim.co mengaku status tersebut adalah peringatan pada semua pihak. Baik penyelenggara, peserta, hingga pemilih dalam Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang untuk mematuhi protokol kesehatan.
“Sejauh ini kami dari Bawaslu terus-terang kewalahan dalam mengingatkan pasangan calon yang melakukan kampanye untuk menegakkan protokol kesehatan. Namun, hampir semua paslon belum menanggapinya dengan serius. Hampir pada setiap kampanye tatap muka pada belakangan ini, mereka semua abai terhadap protokol kesehatan,” terangnya.
Andi Mappasiling mengaku sudah mengingatkan hingga memberikan surat peringatan pada Paslon. “Kendalanya memang pengendalian ketertibannya di luar kewenangan kami, yurisdiksinya berada di pihak kepolisian,” bebernya.
Pernyataan dari pihak Satgas COVID-19 tersebut dapat menjadi peringatan dan teguran bagi semua pihak di Kutim. “Butuh kesadaran bersama baik untuk semua peserta yang bertarung dalam pesta demokrasi kali ini agar mengutamakan keselamatan masyarakat. Jika semua sadar akan pentingnya protokol kesehatan, Insyaallah pelaksanaan Pilkada di Kutim akan aman dan terhindar dari bencana,” terangnya.
Menurutnya, Bawaslu Kutim terus berusaha keras memenuhi standar protokol kesehatan sampai ke bagian TPS. Semua pengawas di TPS hingga anggota KPPS sudah melakukan rapid test meskipun hal ini berat. Namun, Bawaslu tetap melaksanakan dengan tertib aturan penegakan protokol kesehatan.
“Kita meminta itikad baik semua pihak dalam Pilkada 2020 di Kutim, bagaimanapun kasihan masyarakat maupun anggota Bawaslu yang berkutat dalam pengawasan pada kampanye. Setiap kali kampanye berlangsung anggota mengingatkan, banyak yang tidak peduli,” tutupnya.
Penulis: RJ Warsa
Editor: MH amal
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim