23 C
Samarinda
Thursday, February 2, 2023

Kasus DBD Melonjak, Ini Instruksi Gubernur Kaltim

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor meminta kepada Dinas Kesehatan Kaltim untuk mengantisipasi lonjakan kasus penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

Pasalnya, saat ini Kaltim masuk dalam 10 provinsi tertinggi kasus DBD secara nasional berdasarkan data Insidence DBD, yang mana terdapat jumlah kasus DBD per 100.000.

Selain itu, 9 kabupaten/kota di Kaltim sudah masuk zona merah kasus DBD, hanya menyisakan Kabupaten Paser yang masih berstatus zona hijau.

Gubernur Isran Noor meminta Dinas Kesehatan Kaltim untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk melakukan antisipasi lebih sigap dan cepat.

“Kita sangat prihatin atas kasus DBD ini, karena Kaltim sebagai salah satu daerah yang masuk zona merah DBD di luar pulau Jawa. Saya minta instansi terkait segera melakukan langkah antisipasi penyebaran DBD,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus DBD dengan pasien yang dirawat di rumah sakit, Gubernur meminta kepada seluruh pihak untuk dapat bersinergi secara bersama-sama menangani kasus DBD ini.

“Kita harus segera mengantisipasi penyebaran kasus ini. Kalau di Pulau Jawa semua merah, sebagai Ibukota IKN, agar kasus ini jangan sampai meluas dan menyebar,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data up date kasus DBD per 1 Oktober 2022, peningkatan kasus DBD terbanyak terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Samarinda dan Kota Bontang.

Hingga 1 Oktober 2022, total kasus DBD sebanyak 3.630 kasus dengan 27 kasus kematian.

Penulis : Ningsih

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -