src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Bupati PPU Nyatakan Kesiapan Daerah Melaksanakan Program SNT 2026

Bupati PPU Nyatakan Kesiapan Daerah Melaksanakan Program SNT 2026

waktu baca 2 menit
Kamis, 11 Jun 2026 22:10 13 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menyatakan Pemerintah Kabupaten PPU siap menjadi lokasi penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026.

Hal ini dikatakannya usai menghadiri Rapat Koordinasi Penetapan Lokasi Penyelenggaraan SNT Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Kamis, 11 Juni 2026 yang dibuka Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD, Dikdas, dan PNFI), Gogot Suharwoto.

Dikatakan Mudyat, kehadirannya dalam forum nasional tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten PPU dalam mendukung upaya pemerintah pusat untuk melahirkan generasi unggul melalui penguatan mutu pendidikan yang merata, inklusif, dan berdaya saing.

“Komitmen itu membuahkan hasil positif. Kabupaten PPU telah ditetapkan sebagai salah satu calon lokasi prioritas pelaksanaan Program Sekolah Nasional SNT Tahun 2026,” ujarnya.

Ia menerangkan, penetapan tersebut dilakukan setelah Kementerian Pendidikan melaksanakan asesmen dan verifikasi lapangan, terhadap usulan lokasi yang diajukan pemerintah daerah, termasuk PPU.

“PPU memberikan kesiapan penuh, untuk menyukseskan Program SNT dari Kemendikdasmen. Karena menuru kami program tersebut akan menghadirkan layanan pendidikan terintegrasi yang inklusif, gratis, dan dapat diakses oleh siswa-siswi berprestasi dari seluruh kecamatan tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun sosial,” terangnya.

Ia menyambut baik, program SNT ini, dan Kabupaten PPU siap menjadi salah satu daerah percontohan. Sasaran utama pihaknya adalah memastikan anak-anak berprestasi di setiap kecamatan, tanpa memandang latar belakang ekonomi dan sosial, mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar secara gratis.

“Kehadiran Program SNT tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, tetapi juga menjadi investasi strategis bagi masa depan daerah,” ungkapnya.

Mudyat berharap, program ini mampu memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas, mengurangi kesenjangan pendidikan antarwilayah, serta melahirkan generasi muda PPU yang unggul dan kompetitif.

Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan PNFI, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa SNT bukan sekadar program pembangunan infrastruktur pendidikan, melainkan wujud komitmen bersama yang melibatkan berbagai pihak dan berkelanjutan lintas generasi.

SNT bukan sekadar program pembangunan infrastruktur fisik, melainkan komitmen bersama lintas waktu dan lintas sektor. Pemerintah daerah berperan sebagai penggerak dan mitra strategis yang menjembatani kolaborasi serta membangun sinergi dalam menjawab tantangan pendidikan di wilayahnya.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk menjaga komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, berstandar tinggi, dan terintegrasi bagi anak-anak Indonesia hingga ke pelosok negeri,” tutupnya.(jar)

LAINNYA
x