src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Merayakan Hari Anak Nasional 2026. (Foto: Ist/Gerobooks Berau)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Merayakan Hari Anak Nasional tak hanya soal memberikan hiburan, tetapi juga menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk tumbuh. Itulah yang dilakukan Komunitas Gerobooks Berau melalui beragam kegiatan kreatif, mulai dari Sharing Session Proses Kreatif Penulisan Buku Cerita Anak Bergambar bersama Penulis & ilustrator Widi Ainun Amalia, Book Party: Baca Buku Cerita Anak Favorit, Fun Art Batik Bareng Ibu dan Anak, hingga Sunday Fun Art.
Kegiatan ini dikemas dengan santai, hangat, seru, namun sarat makna. Anak-anak diajak kembali akrab dengan buku, seni, dan kreativitas pada 25-26 Juli 2026 di Tumbuh Space Jalan Mawar, Tanjung Redeb. 
Ketua Komunitas Gerobooks Berau, Risna Herjayanti, mengatakan bahwa sejak awal kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk menghibur anak-anak, tetapi juga memberi mereka ruang yang aman untuk tumbuh melalui buku bacaan dan seni.
“Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, kami mengadakan berbagai kegiatan berbagi proses kreatif, melukis, menggambar, hingga membatik bersama anak-anak,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan Sunday Fun Art menjadi penutup yang istimewa karena setiap karya yang dibuat merupakan cerminan imajinasi, perasaan, sekaligus cara anak memandang dunia di sekitarnya.
Semua karya memiliki cerita yang layak diapresiasi.
Gerobooks Berau juga menghadirkan pendekatan berbeda dengan menggabungkan edukasi melalui media seni. Anak-anak diajak belajar dengan cara yang menyenangkan, tanpa merasa sedang mengikuti sebuah pelajaran. “Jadi kami ingin merayakan karya-karya luar biasa dari anak-anak,” kata Risna.
Melalui gambar, warna, dan permainan, pesan-pesan penting dapat diterima dengan lebih mudah. Suasana yang tercipta pun jauh dari kesan formal. Anak-anak bebas berinteraksi, mengamati hasil karya teman-temannya, hingga saling memberikan apresiasi. Orang tua yang hadir turut menyaksikan bagaimana kreativitas anak berkembang ketika diberikan ruang dan dukungan.
Risna berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Ia ingin semakin banyak pihak yang percaya bahwa investasi terbaik bagi anak bukan hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga lewat ruang-ruang kreatif yang mampu membangun rasa percaya diri, empati, dan keberanian berekspresi.
“Harapannya, kegiatan ini menjadi momen yang santai tapi tetap berkesan. Anak-anak bisa pulang membawa keceriaan sekaligus ilmu yang bermanfaat,” tutupnya. (Riska)