src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Seragam Gratispol Kaltim Belum Tersalurkan di Awal Tahun Ajaran, Puluhan Ribu Data Siswa Masih Diproses

Seragam Gratispol Kaltim Belum Tersalurkan di Awal Tahun Ajaran, Puluhan Ribu Data Siswa Masih Diproses

waktu baca 2 menit
Senin, 27 Jul 2026 18:17 27 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Penyaluran seragam gratis (Gratispol) di Kalimantan Timur belum berjalan maksimal saat tahun ajaran baru dimulai. Hingga akhir Juli, puluhan ribu data siswa masih dalam proses pendataan sehingga distribusi seragam belum bisa dilakukan secara menyeluruh.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) program seragam Gratispol, Suprapto, menjelaskan keterlambatan ini berkaitan langsung dengan proses pendataan siswa baru yang belum sepenuhnya rampung di tingkat satuan pendidikan. “Pendataan baru bisa dilakukan setelah siswa ditetapkan. Jadi memang ada jeda waktu sebelum data itu bisa kami kirim ke penyedia,” ujarnya saat rapat bersama Komisi IV DPRD Kaltim, Senin 27 Juli 2026.

Sejauh ini, data yang masuk menunjukkan jumlah penerima cukup besar dan masih terus bergerak. Untuk jenjang SMK, tercatat 27.918 siswa telah terdata, terdiri dari 16.579 laki-laki dan 11.513 perempuan dari total 218 sekolah. Meski begitu, masih ada lima sekolah yang belum menyampaikan data.

Sementara itu, pada jenjang SMA, sebanyak 34.167 siswa telah masuk dalam sistem dari 348 sekolah. Namun, hingga kini masih terdapat 16 satuan pendidikan yang belum melaporkan data siswa baru.

Kondisi ini membuat proses pengadaan tidak bisa langsung berjalan sejak awal tahun ajaran. Sebagian data baru mulai dikirim ke penyedia pada 17 Juli, dan saat ini masih dalam tahap produksi. “Sebagian sudah kami kirim ke penyedia, dan sekarang sedang diproduksi,” kata Suprapto.

Disdikbud Kaltim menargetkan distribusi seragam bisa mulai dilakukan pada Agustus, meskipun penyelesaian kontrak secara keseluruhan dijadwalkan hingga November. Untuk mengejar ketertinggalan, pemantauan terhadap proses produksi terus dilakukan. “Kami upayakan Agustus sudah mulai didistribusikan. Produksi sedang berjalan dan kami terus lakukan monitoring,” imbuhnya.

Di tengah proses tersebut, Disdikbud Kaltim juga mulai menyiapkan perbaikan pola pendataan agar keterlambatan tidak kembali berulang. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan data lulusan SMP/sederajat lebih awal untuk memperkirakan kebutuhan seragam sebelum tahun ajaran dimulai.

Selain itu, sistem pendataan kini diperketat melalui aplikasi yang membatasi jenis dan spesifikasi seragam agar sesuai standar. Langkah ini diambil setelah sebelumnya ditemukan perbedaan bahan dan warna antara sampel dan hasil produksi. Program Seragam Gratispol sendiri mencakup satu paket seragam putih abu-abu, juga perlengkapan seperti sepatu, tas, dan atribut lainnya, yang direncanakan disalurkan sekaligus dalam satu paket. “Kami tetap pastikan kualitas dan keseragaman, karena itu tidak diberikan dalam bentuk uang,” tandas Suprapto. (Retno)

LAINNYA
x