src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menaruh perhatian serius terhadap pengembangan Kopi Liberika di Kampung Sambakungan, Kecamatan Gunung Tabur. Kopi ini sebagai salah satu produk unggulan yang dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.
Potensi kopi lokal tersebut tidak hanya dipandang sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga sebagai identitas daerah yang memiliki nilai budaya, sejarah, dan daya tarik wisata.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat menghadiri Dialog Interaktif Kopi Liberika Kalimantan Timur yang digelar di Rest Area Kampung Sambakungan pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha kopi, komunitas, hingga masyarakat untuk membahas strategi pengembangan Kopi Liberika agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut mantan Wakil Bupati Berau periode 2016–2020, Agus Tantomo, beserta sejumlah pemangku kepentingan yang selama ini memberikan perhatian terhadap pengembangan komoditas kopi di Kalimantan Timur.
Gamalis mengapresiasi terselenggaranya dialog interaktif yang dinilai menjadi ruang penting untuk menyatukan gagasan, pengalaman, dan inovasi dari berbagai pihak. Menurutnya, keberhasilan pengembangan kopi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena menjadi wadah untuk saling bertukar ide dan pengalaman. Saya berharap dari dialog ini lahir langkah-langkah konkret yang mampu memperkuat posisi Kopi Liberika Berau sebagai produk unggulan daerah,” jelasnya.
Ia menilai, Kopi Liberika Sambakungan memiliki karakter rasa yang khas sehingga memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk premium. Keunikan tersebut harus menjadi nilai jual yang terus dipertahankan melalui peningkatan kualitas budidaya, pengolahan, hingga pemasaran.
Namun, menurutnya, pengembangan kopi tidak boleh berhenti hanya pada peningkatan produksi. Yang lebih penting adalah membangun rantai nilai yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi petani dan masyarakat.
“Kita jangan hanya menjual biji kopi. Bagaimana kopi ini diolah menjadi produk bernilai tambah, memiliki merek yang kuat, kemasan yang menarik, hingga mampu menembus pasar yang lebih luas. Di situlah nilai ekonominya akan meningkat,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan bagi para petani maupun pelaku usaha kopi. Peningkatan kapasitas dinilai menjadi kunci agar kualitas produk tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Selain aspek hilirisasi, Gamalis melihat Kopi Liberika memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari destinasi wisata berbasis perkebunan atau agrowisata. Menurutnya, tren wisata saat ini tidak hanya mengandalkan panorama alam, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung bagi wisatawan.
“Orang datang bukan hanya ingin menikmati secangkir kopi, tetapi juga ingin melihat bagaimana kopi ditanam, dipanen, diolah, sampai akhirnya disajikan. Ini bisa menjadi pengalaman wisata yang menarik dan memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, konsep wisata kopi dapat dipadukan dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Kampung Sambakungan sehingga menciptakan daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Berau. Kehadiran wisata berbasis kopi juga diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
Pemerintah Kabupaten Berau akan terus mendorong pengembangan berbagai komoditas unggulan yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Dukungan pemerintah, menurutnya, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga membangun sinergi lintas sektor agar setiap produk lokal memiliki daya saing yang kuat.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menjaga semangat kolaborasi dalam mengembangkan Kopi Liberika Berau sehingga mampu menjadi kebanggaan daerah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kalau kita bergerak bersama, saya optimistis Kopi Liberika Berau tidak hanya dikenal di Kalimantan Timur, tetapi juga mampu menjadi salah satu identitas Kabupaten Berau di tingkat nasional, bahkan internasional,” pungkasnya. (Adv56/Riska)