src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Api Kembali Menyala, Kebakaran Lahan di Perumahan Korpri Sambutan Dekati Permukiman

Api Kembali Menyala, Kebakaran Lahan di Perumahan Korpri Sambutan Dekati Permukiman

waktu baca 3 menit
Jumat, 11 Sep 2026 21:02 29 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Belum reda benar bara dari bekas kebakaran semalam, api kembali berkobar di kawasan Perumahan Korpri, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Jumat, 11 September 2027. Kali ini lidah api menjalar di Blok D, blok terdalam di kawasan tersebut yang berbatasan langsung dengan wilayah Makroman dan Pulau Atas, seolah tak mau memberi jeda bagi warga yang baru semalam menyaksikan Blok C2 dilalap si jago merah.

Ketua RT 08 Perumahan Korpri, Maulana, mengatakan hingga saat ini tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan relawan masih berjibaku memadamkan api di lokasi. Berdasarkan pantauan di lapangan, titik api awalnya berasal dari sisi selatan perumahan, sebelum akhirnya merambat melewati kanal api dan mendekati kawasan permukiman warga.

“Kondisi di lapangan ini teman-teman dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan Damkar masih berjibaku, masih berusaha menjinakkan apinya,” tutur Maulana.

Ia menyebut, sebelumnya kebakaran juga terjadi di Blok C2 hingga menjelang subuh. Namun, api kembali muncul di Blok D pada hari yang sama, sesuatu yang menurutnya masih menjadi tanda tanya bagi warga setempat. Sempat ada upaya pemadaman lewat udara pada pagi hari menggunakan bantuan helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminimalisasi penyebaran api.

Namun, setelah sekitar 20 hingga 25 kali pengeboman air, operasi tersebut dihentikan sementara karena terkendala kondisi cuaca serta bertepatan dengan waktu salat Jumat sehingga helikopter kembali ke bandara.

“Alhamdulillah, tadi pagi itu ada bantuan dari BNPB water bombing, untuk meminimalisir pergerakan api, penyebaran api. Namun, mungkin terkendala cuaca juga dan situasi juga, kan Jumat. Jadi setelah 20-25 kali bombing, water bombing langsung kembali ke bandara,” jelas dia.

Api kembali menyala di Blok D pada siang hari, bahkan sempat membuat warga yang tengah beristirahat terbangun setelah mendapat kabar kebakaran susulan tersebut. Maulana memperkirakan luas lahan yang terbakar saat ini berkisar 5 hektare.

Ia juga mencatat adanya penambahan jumlah rumah yang terdampak, dengan satu unit rumah kembali terbakar pada pagi hari saat tim melakukan pengecekan area pasca-water bombing sehingga total rumah yang tercatat terbakar bertambah menjadi 24 unit.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda, Nanang Arifing, mengatakan laporan kebakaran lahan di Jalan Pelita 8, Perumahan Korpri, Kecamatan Sambutan, diterima timnya sekitar pukul 14.00 WITA. Sejak laporan tersebut diterima, tim gabungan langsung bergerak melakukan penanganan di lokasi.

Nanang menyebut proses pemadaman hingga saat ini tidak mengalami kendala berarti, mengingat sumber air didapat dari bantuan Dinas Damkar Kota Samarinda serta memanfaatkan aliran sungai di sekitar lokasi, meski debitnya mulai menipis akibat kemarau. Ia menjelaskan, lahan yang terbakar merupakan lahan gambut yang rawan kembali menyala meski sudah dipadamkan.

“Lahan yang terbakar ini lahan gambut, sehingga berulang kali terjadi, besok hari ternyata apinya jadi lagi. Sehingga teman-teman dari Damkar, BPBD Kota Samarinda bersama rekan-rekan relawan melakukan penanganan kembali,” kata Nanang memberi keterangan.

Ia menyebut luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 5 hektare, dengan proses pemadaman yang telah berlangsung sejak pukul 14.00 WITA dan masih terus berjalan hingga saat ini. Perubahan arah angin turut menjadi tantangan tersendiri karena membuat api bergerak semakin ke dalam kawasan sehingga tim memerlukan lebih banyak selang untuk menjangkau titik-titik api.

Diungkapnya, jarak antara titik kebakaran dengan permukiman warga terdekat diperkirakan hanya sekitar 10 meter, kondisi yang sempat membuat tim di lapangan waswas mengingat angin yang berembus cukup kencang saat itu.

“Pemukiman warga kurang lebih 10 meter tadi. Angin cukup kencang, jadi kita cukup panik,” pungkas Nanang Arifing. (Retno)

LAINNYA
x