src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Warga Sungai Kapih Antre Air Bersih di 10 Keran IPA, Dibatasi Dua Galon per Orang  

Warga Sungai Kapih Antre Air Bersih di 10 Keran IPA, Dibatasi Dua Galon per Orang  

waktu baca 4 menit
Jumat, 11 Sep 2026 19:22 10 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda menyediakan bantuan air bersih di sejumlah titik bagi warga yang terdampak penghentian operasi instalasi pengolahan air (IPA). Bantuan tersebut disalurkan melalui sejumlah titik. Salah satu titiknya berada di IPA Sungai Kapih, Jalan Sungai Kapih, Gang Inpres, Kelurahan Sungai Kapih.

Sejak dibuka Rabu, 9 September 2026, warga berbondong-bondong datang membawa jeriken dan galon. Antrean ramai terutama terlihat pada pagi hari sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WITA serta sore sekitar pukul 17.00 WITA.

Pantauan HEADLINEKALTIM.CO di lokasi pada Jumat, 11 September 2026 sekitar pukul 09.00 WITA menunjukkan warga masih mengantre untuk mengambil air bersih yang disediakan melalui Terminal IPA tersebut.

Salah satu warga RT 01, Hayatun (48), mengatakan warga di lingkungannya telah menggunakan air sungai sebagai sumber air alternatif sekitar tiga bulan terakhir. Hal itu dilakukan setelah aliran air ledeng di rumahnya tidak lagi berjalan normal.

Hayatun mengaku khawatir menggunakan air sungai saat kondisi pasang. Dikatakannya, air berubah warna kehijauan dan membuatnya khawatir jika digunakan secara langsung.

“Itu kan air pasang itu warnanya hijau, saya dan anak di rumah sakit perut, mules jadinya kalau pakai air sungai,” ujar Hayatun.

Ia mengatakan sudah mengambil air di Terminal IPA Sungai Kapih sejak pagi. Pada Jumat, ia mulai mengantre sekitar pukul 07.00 WITA dan harus menunggu cukup lama karena aliran air dari keran saat itu kecil.

Hayatun menggunakan air yang diambil dari terminal tersebut untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti mencuci piring, mencuci sayur dan beras. Sementara untuk kebutuhan minum, ia tetap membeli air galon.

“Yang pentingnya untuk cucian, cuci piring, cuci sayur, dan beras. Kalau minum, kita beli, terus kita rebus lagi,” katanya.

Informasi mengenai ketersediaan air bersih di lokasi tersebut, kata Hayatun, diperoleh dari pengurus RT melalui grup WhatsApp. Air yang diambilnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan empat orang di rumahnya.

Operator IPA Sungai Kapih Achmad Robbyal mengatakan distribusi air bersih bagi warga mulai berjalan pada Rabu, 10 September 2026 pagi. Layanan pengambilan air di lokasi tersebut dibuka selama 24 jam. “Ini mulai hari Rabu pagi, sudah berjalan untuk warga,” kata Robbyan atau Obi akrabnya.

Disebutnya, reservoir yang digunakan untuk melayani warga memiliki kapasitas sekitar 4.830 meter kubik. Di lokasi tersebut disiapkan 10 keran untuk pengambilan air oleh warga. Setiap warga dibatasi maksimal mengambil dua galon dan tidak diperbolehkan menggunakan selang serta tidak diperkenankan menggunakan mobil.

Obi mengaku gangguan akibat masuknya air asin telah dirasakan sekitar dua pekan terakhir. Pada periode awal, aliran sempat terhenti beberapa jam sebelum kembali mengalir sehingga warga belum banyak mengambil air bantuan karena masih memiliki persediaan di rumah.

Kondisi kemudian memburuk pada Selasa, 8 September 2026. Aliran sempat mati sejak siang dan hanya kembali mengalir sekitar satu hingga dua jam sebelum kembali terhenti. Sejak Rabu, produksi IPA Sungai Kapih tidak dapat berjalan normal.

Saat produksi dihentikan, kondisi reservoir kebetulan masih penuh sehingga sebagian cadangan air dapat digunakan untuk melayani warga yang mengambil air secara langsung di Terminal IPA.

Obi memaparkan, cadangan tersebut tidak langsung dialirkan penuh ke seluruh jaringan pelanggan. Menurut perhitungannya, jika didistribusikan dengan debit sekitar 240 hingga 250 liter per detik, cadangan air akan cepat berkurang. Oleh karena itu, stok air di reservoir dijaga agar tetap tersedia untuk kebutuhan warga.

“Kalau didistribusikan, dengan debit di sini bisa 240 sampai 250 liter per detik, hitungannya dua sampai tiga jam habis reservoir. Kalau ini habis, enggak bisa ambil air lagi. Jadi memang arahannya seperti itu, stok di sini kita jaga untuk distribusi ke warga langsung,” jelas dia.

Jaringan IPA Sungai Kapih sendiri melayani sejumlah wilayah, di antaranya kawasan Damai, Gerilya, hingga Makroman dan wilayah sekitarnya. Oleh karena itu, lanjut Obi, penggunaan cadangan reservoir harus diperhitungkan agar tidak habis ketika kondisi kadar klorida masih tinggi dan produksi belum dapat kembali dijalankan.

Untuk menentukan kapan produksi dapat kembali berjalan, operator melakukan pengecekan kadar klorida air baku setiap satu jam. Jika kadar klorida berada di bawah 250 part per million (ppm), produksi dan distribusi dapat kembali dijalankan.

Obi mengatakan pada Jumat sekitar pukul 03.00 WITA, kadar klorida sempat turun di bawah 250 ppm sehingga produksi dan distribusi kembali berjalan. Namun, sekitar pukul 07.00 WITA, kadar klorida kembali naik menjadi 325 ppm sehingga produksi dan distribusi dihentikan.

Saat wawancara berlangsung, hasil pengecekan operator menunjukkan kadar klorida kembali meningkat. Obi mengatakan kadar yang sebelumnya berada di 655 ppm telah naik menjadi 1.085 ppm seiring kondisi air Sungai Mahakam yang sedang pasang.

“Sekarang lagi posisi pasang. Nanti kalau surut, kemungkinan bisa turun, tapi biarpun turun, kita tetap harus cek dulu, enggak bisa langsung produksi. Harus tetap dalam tahap-tahap pengecekan,” demikian Achmad Robbyal. (Retno)

LAINNYA
x