src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pemkot Samarinda Bersama Warga Ketuk Pintu Langit Lewat Salat Istisqa

Pemkot Samarinda Bersama Warga Ketuk Pintu Langit Lewat Salat Istisqa

waktu baca 2 menit
Jumat, 11 Sep 2026 13:59 30 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Berbagai upaya menghadapi kemarau panjang dan dampaknya telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Mulai dari kesiapsiagaan bersama TNI-Polri dan relawan, penanganan kebakaran lahan hingga pengerahan helikopter waterbombing untuk memperkuat pemadaman karhutla.

Namun, di tengah kondisi kemarau yang masih berkepanjangan, Pemkot Samarinda bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memilih melengkapi ikhtiar tersebut dengan salat istisqa. Salat meminta hujan itu digelar di halaman parkir Balai Kota Samarinda, Jumat, 11 September 2026 pagi.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, berbagai langkah penanganan yang dilakukan pemerintah tetap memiliki keterbatasan. Karena itu, salat istisqa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun di Samarinda.

“Dari pemerintah bersama TNI Polri dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan kekeringan dan kemarau panjang telah kita lakukan bersama, kolaborasi pemerintah, TNI dan Polri bersama masyarakat relawan. Tapi itu tidak cukup, kita harus mengetuk pintu langit karena hujan adalah satu-satunya yang kita tunggu,” kata Andi Harun saat diwawancarai.

Salat istisqa yang dilaksanakan bersama Forkopimda menjadi pelengkap dari berbagai upaya penanggulangan kekeringan yang selama ini dilakukan secara kolaboratif. Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat segera dijawab dengan turunnya hujan yang membawa manfaat.

“Semoga upaya kita itu menjadi lengkap. Penanggulangan dan kesiapsiagaan dilakukan secara kolaboratif TNI Polri satu sisi, tapi juga kita mengetuk sekencang-kencangnya pintu langit kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, semoga hujan segera turun dan masalah kita bisa selesai,” ujar Andi Harun.

Kondisi kemarau panjang di Samarinda sebelumnya telah berdampak pada berbagai sektor. Pemerintah menghadapi ancaman karhutla sekaligus persoalan ketersediaan air bersih dan meningkatnya kadar klorida pada sejumlah sumber air baku. Pemkot juga telah memperkuat penanganan karhutla melalui operasi waterbombing yang mulai dijalankan pada 8 September 2026.

Andi Harun berharap turunnya hujan dapat membantu mengatasi persoalan yang muncul akibat kemarau, termasuk kebakaran lahan dan semak kering serta gangguan pada sumber air baku.

“Hanya berharap kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika hujan turun yang penuh barokah, maka masalah karhutla, intrusi air, kebakaran lahan dan lain-lain itu akan teratasi secara sempurna, secara permanen,” tutur dia.

Ia kemudian mengajak masyarakat Samarinda untuk turut memperbanyak istigfar dan berdoa agar hujan segera turun. Masyarakat tidak hanya diminta menunggu langkah pemerintah, tetapi juga ikut melakukan ikhtiar sesuai keyakinan masing-masing.

“Maka itu saya juga mengimbau masyarakat, warga Kota Samarinda khususnya, ayo banyak-banyak kita istigfar, berdoa, semoga hujan segera turun,” demikian imbau Andi Harun. (Retno)

LAINNYA
x