src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Anggaran Program RT Ku Terbaik Diusulkan Dipangkas 50 Persen

Anggaran Program RT Ku Terbaik Diusulkan Dipangkas 50 Persen

waktu baca 2 menit
Sabtu, 5 Sep 2026 16:16 12 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG— Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani mengusulkan agar anggaran program RT Ku Terbaik dipangkas menjadi separuh dari nilai semula. Usulan ini muncul lantaran program yang seharusnya sudah berjalan sejak awal tahun itu hingga kini belum juga terealisasi.

“Rencana program RT Ku Terbaik yang Rp 150 juta per RT mulai jalan di Januari, sedangkan ini bulan September belum jalan juga,” kata Yani, Jumat 4 September 2026.

Menurut Yani, jika program baru mulai berjalan pada Oktober, penyerapan anggaran dipastikan tidak akan maksimal apabila dana tetap dicairkan secara penuh. Ia mengusulkan agar dilakukan uji coba pemangkasan anggaran terlebih dahulu.

“Coba pangkas 50 persen dari anggaran Rp 150 juta per RT, siapa tahu lebih maksimal penyerapan program sampai akhir tahun,” ujarnya.

Yani menegaskan, pemangkasan ini bersifat sementara. Ia menyebut anggaran penuh akan kembali dialokasikan pada 2027. Program RT Ku Terbaik merupakan program lanjutan dari Pemerintah Kabupaten Kukar yang menyasar hingga tingkat rukun tetangga (RT), dengan nilai bantuan yang jauh lebih besar dibanding program sebelumnya. Jika sebelumnya setiap RT hanya menerima Rp 50 juta per tahun, kini nilainya naik menjadi Rp 150 juta per RT.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa dana tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan di tingkat RT. “Dana tersebut bisa digunakan untuk infrastruktur, sosial, pemberdayaan masyarakat, serta operasional RT,” jelas Arianto.

Salah satu perangkat desa, Soleh, membenarkan bahwa hingga kini dana tersebut belum cair. Ia menduga hal ini terkait kebijakan efisiensi anggaran, baik di tingkat nasional maupun daerah. Soleh menilai nominal Rp 150 juta per RT tergolong besar sehingga proses pencairannya pun membutuhkan waktu lebih lama. “Kalau Rp 50 juta per RT masih terbilang tidak terlalu besar, siapa tahu bisa cair secepatnya, agar program bisa berjalan di masyarakat,” katanya. (Andri)

LAINNYA
x