src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Fashion Show Batik Berau. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)
HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – DPRD Berau meminta Pemerintah Daerah untuk lebih memberdayakan perajin batik lokal. Motif batik khas Berau ini tidak hanya dipasarkan secara lokal tetapi nasional. Bahkan, beberapa instansi baik dalam maupun luar daerah memesan batik tersebut untuk dijadikan seragam.
Anggota Komisi I DPRD Berau, Srie Yulianawati menyampaikan, batik Berau ini mampu bersaing dengan produk batik dari daerah lain. Untuk memenuhi pesanan batik, Berau harus memiliki perajin yang profesional agar produk yang dihasilkan juga berkualitas dengan harga yang terjangkau.
“Saya mengapresiasi para perajin batik lokal yang terus berkembang dan aktif mengikuti pelatihan hingga ke luar daerah,” ucapnya.
Menurutnya, peran dari Diskoperindag dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau didorong untuk dapat memberikan pendampingan kepada para perajin batik, sehingga mereka semakin berkembang dan inovatif. Batik ini dapat dijadikan buah tangan bagi wisatawan yang datang ke Berau, sehingga hal ini diharapkan dapat memberikan efek positif terhadap perekonomian.
“Kualitas batik khas Berau ini tidak kalah dari batik daerah lain di Indonesia,” ungkapnya.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan, motif pada batik Berau merepresentasikan identitas budaya dan kekayaan alam daerah. Dirinya berharap perajin dapat terus berinovasi dan mengangkat tema pariwisata dari 13 kecamatan di Berau lewat batik.
“Ini bisa menjadi cara efektif untuk mempromosikan potensi wisata sekaligus meningkatkan daya tarik produk lokal,” jelasnya.
Dirinya meminta para perajin batik aktif mengikuti berbagai pelatihan, pameran, hingga keikutsertaan dalam lomba nasional agar produk batik Berau semakin dikenal luas. “Ini merupakan bagian dari pengembangan ekonomi kreatif masyarakat di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (Adv44/Riska)