src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Rapat Koordinasi Porprov VIII 2026, di Ruang Rapat KONI Kaltim, Senin (27/7/2026). (Foto: Retno/Headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Penentuan cabang olahraga (cabor) untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026 masih belum sepenuhnya rampung. Hingga akhir Juli, daftar cabor yang akan dipertandingkan belum diputuskan meskipun pembahasan sudah mengerucut dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Situasi ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Ruang Rapat KONI Kaltim, Senin 27 Juli 2026. Forum tersebut menjadi titik temu antara KONI dan panitia pelaksana Panitia Besar Porprov untuk menyamakan arah, terutama di tengah munculnya wacana pengurangan sejumlah cabang olahraga.
Ketua Harian KONI Kaltim Nidya Listiyono menyebut pembahasan kini sudah masuk tahap akhir, namun masih membutuhkan penajaman komunikasi sebelum benar-benar diputuskan. “Hari ini kita menuju finalisasi terkait jumlah cabor. Kita sudah komunikasi dengan PB Porprov, tinggal kita lebih intens lagi,” ujar pria yang akrab disapa Tiyo ini.
Penentuan tidak berdiri sendiri. Ada tenggat waktu mengingat tahapan pelaksanaan Porprov bergantung pada kepastian jumlah cabang yang dipertandingkan. Di tengah proses itu, muncul dinamika soal jumlah cabor. Isu pengurangan sempat mencuat, termasuk kabar adanya belasan cabang olahraga yang berpotensi tidak dipertandingkan. Namun, KONI Kaltim belum melihat itu sebagai keputusan final.
Alih-alih mengurangi, KONI Kaltim justru mendorong agar seluruh cabang tetap masuk dalam Porprov kali ini. Setiap cabor, tekan Tiyo, punya kepentingan pembinaan yang tidak bisa dilepaskan begitu saja. “KONI Kalimantan Timur berharap semua cabor bisa dipertandingkan,” tegasnya.
Angka 64 cabang olahraga pun masih menjadi acuan yang ingin dipertahankan. Meski demikian, bukan berarti tanpa penyesuaian. Beberapa nomor pertandingan yang dinilai terlalu banyak atau di luar ketentuan tetap akan ditinjau ulang. “Kita berharap 64 cabor, tinggal nanti kalau ada nomor tanding yang ‘gemuk’, itu kita rasionalisasi,” tuturnya.
Selain jumlah cabor, persoalan teknis seperti ketersediaan venue juga ikut memengaruhi pembahasan. Namun, opsi penggunaan daerah penyangga di berbagai wilayah Kaltim disebut menjadi solusi agar pertandingan tetap bisa digelar tanpa harus memangkas cabang olahraga. “Kalau venue tidak ada, bisa kita pertandingkan di daerah penyangga yang ada di Kaltim,” saran Tiyo.
Tiyo mengungkap, beberapa cabor yang sempat masuk dalam daftar usulan penghapusan justru merupakan cabang yang dipertandingkan di level nasional hingga internasional. Hal ini membuat pembahasan tidak bisa dilakukan secara sederhana. “Ada cabor yang dipertandingkan di PON, di Olimpiade, di SEA Games. Ini yang perlu kita komunikasikan lagi dengan PB Porprov,” imbuhnya.
Terkait alasan munculnya usulan pengurangan, ia menyebut belum ada keputusan pasti karena semuanya masih dalam tahap awal. Namun, dua hal yang paling mungkin menjadi pertimbangan adalah keterbatasan anggaran dan kesiapan venue. KONI Kaltim memilih tetap membuka ruang komunikasi dengan PB Porprov. Harapannya, keputusan yang diambil nantinya tidak hanya realistis secara teknis, tetapi juga tetap mengakomodasi seluruh cabang olahraga yang ada. “Belum final, timeline kita tetapkan awal Agustus. Kita perlu komunikasikan dengan PB Porprov, insyaAllah selalu ada jalan,” pungkas Tiyo. (Retno)