src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah. (foto: Riska)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah menyebut pencabutan status PPKM menjadi angin segar untuk memulihkan perekonomian khususnya di Kabupaten Berau. Masyarakat dapat kembali melakukan aktivitas untuk membangkitkan perekonomian yang sempat melemah.
Pencabutan status PPKM dilakukan pada 30 Desember 2022 lalu oleh Presiden Joko Widodo tertuang dalam instruksi Kementerian Dalam Negeri No. 53/2022 tentang pencegahan dan pengendalian Covid-19 pada masa transisi menuju endemi.
Dengan pencabutan PPKM tersebut dirinya berharap akan ada banyak event-event besar yang akan digelar dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Bumi Batiwakkal.
“Semoga kegiatan pariwisata dan UMKM kembali menggeliat seperti sebelumnya sehingga pertumbuhan ekonomi semakin meningkat,” jelasnya.
Dikatakannya, pencabutan PPKM ini bertujuan untuk mengembalikan ekonomi masyarakat dari pandemi menuju endemi dengan menjaga keseimbangan antara aspek kesehatan dengan aspek ekonomi.
“Harapan kami karena ini sudah melewati pandemi sehingga kegiatan-kegiatan yang berskala besar bisa dilaksanakan nanti di program 2023. Saya yakin akan ada banyak event-event yang menjadi daya tarik wisatawan juga” tuturnya.
Politisi Golkar ini mendorong penggiat UMKM agar dapat bangkit dan mampu mempromosikan dengan baik produk-produk olahan khas Berau pada masa transisi menuju endemi.
“kita maksimalkan kembali potensi setiap kampung yang ada untuk pemulihan perekonomian masyarakat di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (Adv)