src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Awan Belum Mendukung, Modifikasi Cuaca Belum Bisa Dilakukan di Samarinda

Awan Belum Mendukung, Modifikasi Cuaca Belum Bisa Dilakukan di Samarinda

waktu baca 3 menit
Sabtu, 29 Agu 2026 13:20 40 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Upaya pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) masih bergantung pada kondisi awan dan hasil kajian cuaca. Meski pengajuan telah dilakukan, operasi tidak bisa langsung dilaksanakan apabila awan yang tersedia belum memenuhi kriteria untuk penyemaian.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi mengatakan, pengajuan OMC untuk cakupan wilayah Kaltim dilakukan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selanjutnya, pelaksanaan ditentukan berdasarkan potensi awan yang terpantau serta hasil kajian dari BMKG.

“Pelaksanaannya itu tergantung dari BNPB dan potensi bibit awan yang ada,” kata Buyung belum lama ini.

Dijelaskannya, pelaksanaan OMC tidak bisa dilakukan hanya dengan menyemai garam ke sembarang awan. Operasi tersebut bergantung pada ketersediaan dan kondisi awan yang memenuhi kriteria untuk disemai.

Jika kondisi atmosfer terlalu kering dan tidak terdapat awan yang cukup, penyemaian tidak akan efektif. Awan yang tersedia juga harus memiliki ketebalan dan kandungan air yang memadai agar proses modifikasi cuaca dapat menghasilkan hujan.

“Kalau sekarang potensinya lagi kering, tidak ada awan, ya, kalau ditaruh garam jadi hujan garam saja,” ujar Buyung.

Saat ini, OMC di Kaltim telah dilaksanakan di dua wilayah, yakni kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kabupaten Berau. OMC di IKN berlangsung pada 22–27 Agustus untuk membantu mengatasi defisit air di Waduk Sepaku, sementara OMC di Berau berlangsung pada 24–28 Agustus untuk mengantisipasi ancaman karhutla.

BPBD Kaltim, lanjut Buyung, masih berupaya mengajukan pelaksanaan OMC untuk wilayah lain yang membutuhkan. Namun, penentuan lokasi tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan pengajuan pemerintah daerah karena tetap harus melihat kondisi atmosfer dan ketersediaan awan.

Ditambahkannya, kondisi cuaca pada penghujung Agustus menjadi tantangan tersendiri karena potensi pertumbuhan awan diperkirakan menurun. BMKG sebelumnya memprakirakan potensi pertumbuhan awan di Kaltim menurun pada 28–31 Agustus.

“Kalau misalnya dia tipis, katanya orang BMKG, bisa jadi gerimis-gerimis tapi bisa jadi tidak sampai karena panas menguap lagi. Jadi massa airnya harus cukup, ada hitungannya,” tutur Buyung.

Sementara itu, upaya Pemerintah Kota Samarinda untuk mendatangkan hujan melalui OMC juga belum bisa dilakukan. Meski anggaran telah disiapkan dan komunikasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan, kondisi awan di wilayah Samarinda belum cukup mendukung untuk penyemaian bahan berupa garam atau natrium klorida (NaCl).

Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan, pihaknya dalam dua hari terakhir terus berkomunikasi dengan BNPB dan pihak TNI Angkatan Udara untuk melihat peluang pelaksanaan OMC di Samarinda. Namun, berdasarkan pemantauan kondisi cuaca, gumpalan awan yang tersedia belum memenuhi kebutuhan untuk dilakukan penyemaian.

“Dua hari terakhir kita melakukan kontak secara sangat intens, baik melalui BNPB maupun Angkatan Udara untuk kita lihat kemungkinan bisa dilakukan OMC di Samarinda. Tapi dalam dua hari ini, gumpalan awan kita tidak cukup sehingga tidak cukup untuk dilakukan penyemaian garam,” ujar Andi Harun saat diwawancarai Sabtu, 29 Agustus 2026.

Pemerintah Kota, sebut dia, sebenarnya telah menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan OMC. Karena itu, apabila kondisi awan mulai memungkinkan, Samarinda siap menjalankan operasi tersebut.

Andi Harun mengatakan pemantauan akan dilakukan setiap hari. Apabila kondisi di Samarinda belum memungkinkan, pihaknya juga melihat peluang pengalihan operasi dari wilayah lain yang telah menjalankan OMC.

“Kalau di Berau bisa, maka itu kemungkinan bisa bergeser ke arah sini juga, tiap hari kita laksanakan. Jadi begitu di Samarinda bisa kita lakukan OMC, kita sudah siapkan anggarannya dan kita sudah melakukan kontak dengan BNPB,” tandas Andi Harun. (Retno)

LAINNYA
x