src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Disperindagkop Berau Eva Yunita. (Riska) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada 4.000 pelaku UMKM yang tersebar di 13 Kecamatan yang ada di Kabupaten Berau.
Penyaluran BLT senilai Rp 600.000 bertujuan untuk membantu pelaku UMKM dalam menekan dampak inflasi dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM).
Namun, bantuan yang tersalurkan pada tahun 2022 baru sekitar 282 pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Tanjung Redeb.
“Jadi masih ada sekitar 3718 yang belum menerima bantuan tersebut. Hal ini karena yang mencairkan dari pihak bank daerah melalui pembagian kartu ATM,” jelasnya.
Proses tidak berjalan mulus karena ketersedian kartu ATM yang terbatas.
“Karena keterbatasan waktu sehingga masih banyak UMKM yang belum tersalurkan,” tuturnya.
Sementara, Kabid Koperasi dan UMKM Berau, Hasnawati menjelaskan, BLT tersebut akan diberikan kepada UMKM jika memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) atau surat keterangan usaha dari kelurahan atau kampung.
“Akan tetapi masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki NIB maupun surat keterangan usaha. Pasalnya itu penting karena bantuan dari pemerintah perlu memiliki identitas usaha,” terangnya.
Penulis: Riska.