src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Dinas Perikanan Berau Rutin Gelar Pasar Ikan Murah, Warga Antusias Berburu Ikan Segar

Dinas Perikanan Berau Rutin Gelar Pasar Ikan Murah, Warga Antusias Berburu Ikan Segar

waktu baca 3 menit
Kamis, 23 Jul 2026 20:24 23 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Di balik tingginya antusiasme masyarakat memburu ikan segar di Gerakan Pasar Ikan Murah, Pemerintah Kabupaten Berau tengah menjalankan strategi yang lebih luas. Melalui program rutin Dinas Perikanan Berau, pasar murah ini dimanfaatkan sebagai upaya mengendalikan inflasi, meningkatkan konsumsi ikan, menekan angka stunting, sekaligus memperkuat sektor perikanan yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, mengatakan Pasar Ikan Murah telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan. Program ini dirancang agar masyarakat semakin mudah memperoleh ikan segar sekaligus mendorong budaya gemar makan ikan.

“Pasar Ikan Murah ini bukan hanya soal menjual ikan murah. Misinya adalah mengampanyekan gemar makan ikan, membantu penanganan stunting, dan menjaga stabilitas harga pangan atau inflasi,” jelasnya pada Kamis, 23 Juli 2026.

Pada pelaksanaan yang bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Berau sebagai tuan rumah, Dinas Perikanan menyediakan sekitar lima ton ikan segar untuk masyarakat. Meski stok lebih sedikit dibanding biasanya, antusiasme warga tetap tinggi.

Menurutnya, jumlah ikan yang dijual menyesuaikan kondisi hasil tangkapan nelayan yang sedang memasuki musim bulan terang, sehingga produksi ikan tidak sebanyak saat musim bulan gelap. “Kalau bulan gelap kami bisa menyediakan enam sampai tujuh ton. Sekarang hasil tangkapan memang sedikit berkurang, tetapi masyarakat tetap antusias memanfaatkan pasar murah ini,” ujarnya.

Ia menyebut Berau memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat besar dengan produksi mencapai sekitar 109,9 ribu ton per tahun. Potensi tersebut, kata dia, harus dijaga melalui praktik penangkapan yang ramah lingkungan agar keberlanjutan sumber daya laut tetap terpelihara.

“Kami terus mengedukasi nelayan agar menggunakan cara penangkapan yang ramah lingkungan. Kalau laut dijaga, ikan akan terus berkembang biak dan hasil tangkapan juga akan tetap terjaga,” jelasnya.

Tak hanya berfokus pada produksi, Dinas Perikanan kini juga mulai mendorong hilirisasi hasil perikanan. Abdul Majid mengungkapkan tingkat pengolahan hasil perikanan di Berau masih sekitar 6,5 persen sehingga peluang pengembangannya masih sangat besar.

Sebagai langkah awal, Dinas Perikanan menjalankan proyek percontohan bersama SMK Negeri 3 Tanjung Batu dan kelompok PKK. Hasil tangkapan nelayan diolah menjadi produk bernilai tambah, sekaligus menjadi media pembelajaran bagi siswa.

“Kami ingin nelayan memperoleh nilai ekonomi lebih baik. Ibu-ibu PKK ikut diberdayakan mengolah hasil tangkapan, siswa mendapat pengalaman praktik, sementara pemerintah membantu memasarkan produknya. Harapannya nanti bisa berkembang hingga menembus pasar ekspor,” tuturnya.

Abdul Majid juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan Gubernur Kalimantan Timur yang berencana membantu rehabilitasi fasilitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sambaliung. Menurutnya, perbaikan dermaga akan mempermudah kapal nelayan bersandar dan memperlancar aktivitas bongkar muat hasil tangkapan.

Kata dia, rencana memperluas Pasar Ikan Murah ke wilayah yang jauh dari sentra perikanan masih akan dilakukan secara bertahap. Hal tersebut mempertimbangkan biaya distribusi dan kemampuan anggaran pemerintah daerah.

“Kami ingin masyarakat di daerah yang sulit mendapatkan ikan laut juga bisa menikmati program ini. Namun pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan biaya transportasi,” pungkasnya. (Riska)

LAINNYA
x