src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Mahakam Job Fair 2026 Samarinda Buka 764 Lowongan Kerja, Disnaker Siapkan Aplikasi Pencocokan Pencari Kerja

Mahakam Job Fair 2026 Samarinda Buka 764 Lowongan Kerja, Disnaker Siapkan Aplikasi Pencocokan Pencari Kerja

waktu baca 4 menit
Kamis, 23 Jul 2026 20:20 30 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda kembali membuka ruang pertemuan antara pencari kerja dan dunia usaha melalui Mahakam Job Fair 2026 yang digelar di Samarinda Square, Kamis 23 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Juli 2026 ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja sekaligus memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum mengatakan, penyelenggaraan Mahakam Job Fair merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan ketenagakerjaan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

Ia menyebut, mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara cepat, tepat, dan transparan menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta daya saing tenaga kerja di Samarinda.

“Mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja secara cepat, tepat, dan transparan merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia serta meningkatkan daya saing tenaga kerja Kota Samarinda,” ujar Yuyum.

Pada pelaksanaan tahun ini, Mahakam Job Fair melibatkan 36 perusahaan dari berbagai sektor usaha. Puluhan perusahaan tersebut membuka sebanyak 129 jenis jabatan dengan total kebutuhan mencapai 764 tenaga kerja.

Selain perusahaan, kegiatan ini juga menghadirkan dua booth Bursa Kerja Khusus (BKK) dari SMK dan perguruan tinggi. Kemudian terdapat empat lembaga pelatihan kerja yang turut berpartisipasi selama dua hari pelaksanaan dengan memberikan informasi serta peluang pengembangan kompetensi bagi masyarakat.

Yuyum menjelaskan, tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan tersebut terlihat dari jumlah pencari kerja yang telah mendaftar. Berdasarkan pendataan melalui formulir yang disebarkan Disnaker Samarinda, hingga Kamis pagi tercatat sekitar 1.900 pencari kerja menyatakan akan hadir mengikuti job fair.

“Dari 36 perusahaan yang ikut, ada 764 kebutuhan tenaga kerja. Sampai pagi ini sudah ada sekitar 1.900 pencari kerja yang mendaftar untuk hadir,” katanya.

Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung, Disnaker Samarinda juga mulai mengembangkan sistem digital melalui aplikasi Tepian atau Temukan Pekerja Andalan. Platform tersebut nantinya dilengkapi fitur auto matching yang memungkinkan pencari kerja menemukan lowongan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Melalui fitur tersebut, pencari kerja tidak lagi harus mencari lowongan secara manual satu per satu. Sistem akan membantu mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kualifikasi pencari kerja yang tersedia.

“Dengan aplikasi ini, pencari kerja bisa lebih mudah melihat perusahaan yang sesuai dengan kompetensinya. Perusahaan juga akan mendapatkan notifikasi mengenai calon tenaga kerja yang bisa mengisi posisi yang tersedia,” jelasnya.

Di sisi lain, pelaksanaan Mahakam Job Fair juga menjadi wadah untuk mendorong keterlibatan dunia usaha dalam membuka kesempatan kerja yang lebih inklusif. Yuyum mengungkapkan, sejumlah perusahaan di Samarinda mulai memberikan ruang kerja bagi penyandang disabilitas sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Ia menyebut, PT BIDI Utama Indonesia telah mempekerjakan 15 orang penyandang disabilitas, sementara Eramart Group mempekerjakan sembilan orang penyandang disabilitas. Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh bagi perusahaan lain agar menciptakan lingkungan kerja yang setara.

“Ini menjadi motivasi bagi perusahaan-perusahaan lain bahwa dunia kerja harus siap memberikan kesempatan yang sama bagi setiap warga negara sesuai kompetensi yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, kebutuhan lapangan pekerjaan di Samarinda terus mengalami peningkatan seiring perkembangan kota. Sebagai ibu kota provinsi, Samarinda tidak hanya menjadi tujuan masyarakat lokal, tetapi juga menarik pendatang dari berbagai daerah untuk mencari peluang ekonomi.

Menurutnya, meningkatnya arus urbanisasi membuat pengelolaan kota menjadi lebih kompleks, termasuk dalam menyediakan kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Namanya kota, apalagi ibu kota provinsi, semua datang. Tidak hanya dari Kaltim, tapi juga dari luar daerah yang mencoba peruntungan. Karena itu kebutuhan dunia kerja di Samarinda pasti terus bertambah,” kata Andi Harun.

Ia menambahkan, pemerintah terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan industri agar perusahaan yang beroperasi di Samarinda dapat memberikan prioritas kesempatan kerja bagi warga lokal.

Selain membuka akses pekerjaan melalui job fair, Pemkot Samarinda juga akan mendorong peningkatan keterampilan masyarakat melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) maupun lembaga pendidikan vokasi. Hal itu dilakukan agar pencari kerja tidak hanya bergantung pada lowongan yang tersedia, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.

“Kalau mereka memiliki keterampilan khusus, mereka tidak 100 persen bergantung pada job fair. Mereka juga bisa membuka usaha baru dan menciptakan lapangan kerja,” tuturnya.

Andi Harun memastikan, meski pemerintah daerah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas tenaga kerja tetap menjadi perhatian dalam penyusunan APBD 2027. Membuka kesempatan kerja, kata dia, bukan hanya bagian dari target pembangunan, tetapi juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap keberlangsungan hidup masyarakat.

“Saya selalu bilang, kalau urusan seperti ini kita bantu, bukan hanya sekadar mencapai target program. Orang yang tadinya tidak punya pekerjaan lalu bisa mendapatkan penghasilan, itu adalah keberkahan,” pungkas Andi Harun. (Retno)

LAINNYA
x