src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Tangani Karhutla di Lahan Gambut, Pemkab Kukar Pakai Tepung Singkong

Tangani Karhutla di Lahan Gambut, Pemkab Kukar Pakai Tepung Singkong

waktu baca 2 menit
Sabtu, 5 Sep 2026 19:56 19 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG — Tim terpadu penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan menerapkan metode pendinginan menggunakan tepung singkong di areal gambut yang terbakar di Muara Leka, Kecamatan Muara Muntai. Metode ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk mencegah munculnya kembali titik api di lahan gambut.

“Besok (Sabtu) kita akan terapkan metode tanam bubuk tepung singkong di Muara Leka,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono, Jumat (4/9/2026).

Sunggono menjelaskan, lahan gambut memiliki potensi tinggi untuk kembali memunculkan titik api sehingga penanganannya memerlukan metode khusus. “Kita batasi pergerakan titik api dengan metode tersebut,” ujarnya.

Meski kebakaran telah melahap ribuan hektare lahan, Pemkab Kukar belum menetapkan status siaga darurat Karhutla. Sunggono menyebut penanganan saat ini masih dapat dilakukan secara internal tanpa melibatkan bantuan dari daerah lain. “Kita juga sambil menunggu tim kajian, apakah Kukar perlu tetapkan status siaga,” ujarnya.

Dari sisi pembiayaan, penanganan Karhutla tahun ini masih memanfaatkan pos anggaran penanggulangan bencana daerah tahun 2025. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi bahan bakar minyak (BBM), logistik, dan biaya operasional. “Kita sudah koordinasi ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) agar bisa menyediakan dananya guna keperluan pembelian BBM dan logistik,” kata Sekda.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Muara Muntai, IPTU Jaelani, memastikan upaya pemadaman di wilayahnya berjalan maksimal berkat kerja sama tim gabungan. Jajarannya juga telah melakukan langkah pencegahan agar kebakaran serupa tidak terulang. “Kami imbau dan edukasi masyarakat, jangan membuka lahan dengan cara dibakar, terlebih di lahan gambut,” ujar Jaelani.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar per Agustus 2026, luas areal yang terbakar di Muara Leka mencapai 74 hektare, sementara di Desa Muara Aloh mencapai 126 hektare. Per tanggal 2 September 2026, tercatat penambahan luas areal terbakar di Muara Leka sebesar 3,5 hektare. (Andri)

LAINNYA
x