src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Harga Telur di Samarinda Diprediksi Terus Naik karena Permintaan Dapur MBG

Harga Telur di Samarinda Diprediksi Terus Naik karena Permintaan Dapur MBG

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Jul 2026 12:29 18 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Harga telur ayam ras di Kota Samarinda mulai mengalami penyesuaian dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini terjadi seiring dengan harga dari daerah pemasok yang mulai bergerak naik setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan akibat kerugian yang dialami peternak.

Pemilik Toko CV Mahakam Lestari di Jalan AM Sangaji, Muhammad Sukri, mengatakan kenaikan harga terjadi pada tingkat pemasok dari Pulau Jawa. Saat ini, harga telur dari daerah asal berada di kisaran Rp22 ribu per kilogram, meningkat dibanding sebelumnya yang masih berada di angka Rp19 ribu per kilogram.

“Dulu per kilo Rp19 ribu, sekarang Rp22 ribu,” ujar Sukri, Kamis 16 Juli 2026.

Dijelaskannya, telur yang masuk ke Samarinda kemudian dijual kembali dengan sistem satuan piring. Saat ini, harga telur di tokonya berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per piring. Harga tersebut mengalami kenaikan dibanding sebelumnya yang masih berada di bawah Rp45 ribu per piring, yakni sekitar Rp40 ribu sampai Rp45 ribu.

Meski terjadi kenaikan harga, Sukri memastikan ketersediaan pasokan telur masih dalam kondisi aman. Distribusi dari pemasok tetap berjalan sehingga kebutuhan konsumen masih dapat terpenuhi.

Menurut Sukri, kenaikan harga telur saat ini bukan disebabkan oleh gangguan pasokan, melainkan karena harga di tingkat peternak mulai kembali ke kondisi normal. Sebelumnya, peternak mengalami kerugian karena harga jual telur sempat berada di bawah biaya produksi.

“Kemarin itu kalau masalah telur bukan masalah kenaikan karena peternak rugi, jadi di pasar ini berangsur-angsur ke harga normal. Kemarin ternak rugi semua, sekarang ternak mau kembali ke harga normal,” jelas Sukri.

Ia memperkirakan harga telur masih berpotensi mengalami kenaikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, termasuk setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berjalan bersamaan dengan aktivitas sekolah yang kembali normal.

Peningkatan permintaan dari berbagai sektor dapat memberikan pengaruh terhadap pergerakan harga telur di pasaran.Sukri menyebut, harga tertinggi telur dari daerah pemasok Jawa yang pernah terjadi berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp27 ribu per kilogram. Setelah ditambah biaya pengiriman menuju Samarinda sekitar Rp1.000 per kilogram, harga jual di tingkat pedagang pun dapat mengalami penyesuaian. “Ini naik terus, bisa lebih tinggi dari Rp45 ribu tadi,” demikian Sukri. (Retno)

LAINNYA
x