src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda, Miftahurrizqa. (Foto: Retno/Headlinekaltim.co)
HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Pembinaan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Samarinda Tahun 2026 tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Sejumlah penyesuaian dilakukan, mulai dari pengurangan fasilitas hingga perlengkapan, tanpa mengurangi target kesiapan menjelang upacara Hari Kemerdekaan RI.
Sebanyak 42 pelajar terbaik, terdiri dari 21 putra dan 21 putri, saat ini tengah menjalani latihan intensif yang telah memasuki hari ke-16. Mereka merupakan hasil seleksi yang digelar pada Juni lalu dan mulai mengikuti pembinaan sejak 1 Juli 2026.
Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda, Miftahurrizqa, menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi berdampak pada sejumlah aspek teknis pelaksanaan.
“Tahun ini kita menyesuaikan. Seragam yang sebelumnya dua setel menjadi satu, termasuk perlengkapan latihan dan konsumsi,” ujarnya, Kamis 16 Juli 2026 .
Meski demikian, kualitas pembinaan, tegas dia, tetap menjadi prioritas utama. Latihan yang dijalani para calon paskibraka tetap difokuskan pada pembentukan fisik, kedisiplinan, serta mental.“Latihan sudah masuk hari ke-16 sejak dimulai 1 Juli. Ada 21 putra dan 21 putri yang mengikuti pembinaan,” jelas Miftahurrizqa.
Selama masa latihan awal, para peserta masih menjalani sistem pulang-pergi dari rumah dengan jadwal kegiatan sejak pagi hingga sore hari. Pola ini diterapkan untuk mempersiapkan kondisi fisik dan mental sebelum memasuki tahap karantina.
Rencananya, para peserta akan mulai menjalani karantina pada awal Agustus 2026. Lokasi asrama masih dalam tahap penentuan. Namun, jadwal tetap disiapkan agar seluruh rangkaian kegiatan tidak terganggu. “Nanti sekitar tanggal 8 atau 9 Agustus mereka mulai masuk asrama untuk karantina,” katanya.
Di tengah keterbatasan anggaran, dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci menjaga kualitas pembinaan. Pelatih yang berasal dari unsur TNI, Polri, serta purna paskibraka tetap dilibatkan secara aktif dalam proses latihan.
Selain itu, faktor cuaca juga menjadi perhatian selama pelaksanaan latihan. Dengan kondisi panas yang cukup terik, pelatih melakukan penyesuaian jadwal agar peserta tetap dapat berlatih secara optimal tanpa mengabaikan kesehatan. “Kalau cuaca terlalu terik, latihan bisa kita geser atau dialihkan, tidak harus terus di lapangan,” terang Miftahurrizqa.
Tak hanya bertugas pada upacara 17 Agustus, para anggota Paskibraka nantinya juga akan dilibatkan dalam berbagai agenda kenegaraan lainnya hingga peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2027 sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.
Meskipun terdapat penyesuaian akibat efisiensi anggaran, pihaknya tetap optimis seluruh rangkaian persiapan akan berjalan sesuai rencana. “InsyaAllah, meski ada penyesuaian, target kita hari H tetap terlaksana seperti yang sudah-sudah,” tandas Miftahurrizqa. (Retno)