src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kalapas Tenggarong, Agus Dwirijanto serah terima produk meubeler kepada pembeli.(sumber : Istimewa) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Sejak ditetapkan sebagai Lapas industri tahun 2019 oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong terus berbenah. Tidak hanya dalam konsep tapi juga dalam produksi.
Bukan hanya produk olahan kayu menjadi mebeler, sekarang warga binaan mulai garap program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) dalam bidang perikanan.
“Untuk saat ini produk unggulan lapas adalah mebeler, tapi kami juga menyiapkan SAE sebagai program lanjutan sektor perikanan,” sebut Kalapas Tenggarong, Agus Dwirijanto, Rabu 3 Mei 2023.
Dalam bidang produksi mebeler, produksi warga binaan lapas tidak diragukan lagi. Bahkan, pada saat kegiatan One Day One Product dalam rangkaian memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-59, Lapas Tenggarong berhasil memperoleh hasil penjualan yang sangat memuaskan.
“Hasil penjualannya sebesar Rp. 9.800.000 dan barang yang terjual semuanya adalah mebeler,” terangnya.
Pada tahun ini, Agus menargetkan, Lapas menghasilkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp. 20.000.000,- dan pada semester pertama ini sudah tercapai Rp. 6.900.000,- Di tahun 2023 ini, program pembinaan kemandirian lebih difokuskan pada kegiatan produksi baik itu dalam bidang meubelair maupun dalam bidang SAE.
“Kami yakin target itu bisa kami penuhi dan optimis bisa melebihi target,” pungkasnya.(Andri/#)