src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Warga Desa Kersik Akan Dilatih Budi Daya Garam Media Terpal

Warga Desa Kersik Akan Dilatih Budi Daya Garam Media Terpal

2 minutes reading
Saturday, 27 Mar 2021 14:53 299 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim akan menggelar pelatihan budi daya garam di Desa Kersik Kecamatan Marang Kayu, yang difasilitasi oleh DKP Kukar.

“Minggu depan, kita akan pelatihan budi daya garam atas terpal, bagi pelaku usaha perikanan (PUP) yang ada di Marang Kayu, ” jelas Sekretaris DKP Kukar, Muslik, Jumat 26 Maret 2021.

Muslik meyakini garam hasil budi daya media terpal lebih bersih. Selain itu, pihaknya menargetkan swasembada garam agar komoditas ini tidak perlu lagi didatangkan dari luar daerah dengan harga lebih mahal.

“Jika garam langka bisa tembus harga Rp 20 ribu per kilo kalau sedang normal, dengan kisaran harga Rp 13 Ribu perkilonya, ” sebutnya.

Kata dia, jika sudah swasembada garam dan harganya murah, pelaku usaha perikanan tak lagi menggunakan bahan kimia berbahaya untuk mengawetkan ikan.

“Garam terkenal pengawet alami untuk ikan. Usaha ikan asin butuh garam, jika garam mahal, bisa saja menggunakan bahan berbahaya, ini yang kita tidak mau, ” jelasnya.

Untuk kawasan pesisir, lanjutnya, akan ditingkatkan lagi budi daya udang karena komoditas tersebut masih sangat menggiurkan. Pendapatan petambak udang tidak terlalu anjlok saat pandemi COVID-19.

“Pembeli udang Indonesia masih terbuka lebar menerima udang, termasuk udang dari Kukar dikirim ke negara luar dan pulau Jawa, ” jelasnya.

Kukar sudah bekerja sama dengan Balai Benih Ikan Air Payau Jepara, dalam upaya pengembangan udang Vaname. Di jawa pengembangan udang Vaname sudah bergeliat.

“Memang budi daya udang Vaname perlu perawatan khusus yang membutuhkan biaya yang mahal, namun kalau berhasil akan kembali modal bahkan keuntungan yang berlebih, ” paparnya. (Andri)

LAINNYA
x