src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Andi Faisal. (andri/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Nasib mengenaskan dialami Bidang Usaha Dan Penyuluh Pertanian di Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara. Dalam postur APBD Kukar 2021 tidak ada anggaran untuk kegiatan di bidang tersebut.
“Untuk tahun ini, bidang penyuluh tidak ada anggaran alias nol dana kegiatan, ” ucap Kabid Usaha dan Penyuluh Distannak Kukar, Ananias, belum lama ini, di ruang Banmus DPRD Kukar.
Mendengar kabar bidang penyuluh tidak dapat anggaran, Ketua Komisi III DPRD Kukar Andi Faisal prihatin. Padahal, Kukar sedang gencar-gencarnya mempromosikan program pengembangan pertanian dalam arti luas.
“Bagaimana mau berkembang, tidak punya anggaran kegiatan, ” sesal politisi Golkar Kukar ini.
Andi mengaku kaget ternyata bidang yang sangat vital tersebut justru dianaktirikan. Artinya, ada kebuntuan komunikasi yang dilakukan oleh Distannak ke DPRD Kukar.
“Kalau kami tahu kondisinya seperti ini, bisa kami perjuangkan saat pembahasan APBD, ” ucapnya.
Andi menyebut, finalisasi pembahasan APBD ada di DPRD sehingga sangat disayangkan jika Organisasi Perangkat Daerah tidak aktif berkomunikasi.
Lanjut dia, DPRD adalah mitra Pemkab Kukar, untuk membuat program kerja yang prorakyat. “Di Undang-undang sudah dijelaskan, pengesahan APBD atas persetujuan DPRD, ” jelasnya.
Keprihatinan juga datang dari anggota DPRD Kukar asal Fraksi Gerindra, Sopan Sopian. Dia juga sudah melihat secara langsung kondisi para penyuluh pertanian di kecamatan dan desa.
Sopian menambahkan, peran penyuluh juga sangat penting di lapangan. Selain memberikan penyuluhan, mereka membantu para petani untuk membuat proposal bantuan sarana pertanian.
“Agar dapat bantuan pemerintah, petani harus buat proposal, sedangkan petani kita didominasi orang tua yang belum tentu bisa ngetik proposal,” sebutnya.
Menurut mantan Kades Muara Muntai Ulu ini, segala bentuk bantuan harus ada proposal dan dimasukkan ke sistem bantuan pertanian secara online. Ini juga bisa diharapkan kepada penyuluh untuk membantu petani.
“Kalau pakai sistem online, petani tua pasti akan angkat tangan. Layak juga para penyuluh pertanian di kecamatan dibantu Laptop, ” tukasnya.
Penulis: Andri
Editor: MH Amal