24.4 C
Samarinda
Saturday, June 25, 2022

Momentum Hari Lahir Pancasila, Ideologi Sekaligus Simbol Pemersatu Bangsa

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2022 secara virtual dari Ruang Ruhui Rahayu lantai 1 Kantor Gubernur Kaltim, Rabu 1 Juni 2022.

Hadir mewakili Gubernur Kaltim, Plt Asisten Pemerintahan dan Otonomi Daerah Deni Sutrisno, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim Sufian Agus, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim Andi Muhammad Ishak dan unsur pimpinan Forkompinda Kaltim.

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila dipusatkan di Kota Ende, Provinsi NTT dan dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengajak kepada seluruh anak-anak bangsa Indonesia di manapun berada, untuk bersama-sama membumikan Pancasila dan mengaktualisasikan nilai luhur idelogi Pancasila, dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Pancasila, ucap Presiden, bukan hanya sebagai simbol pemersatu bangsa. Namun telah menjadi penuntun di saat bangsa ini menghadapi banyak tantangan.

“Ini dibuktikan dalam perjalanan sejarah bangsa bahwa, bangsa dan negara kita berdiri kokoh menjadi negara kuat karena kita sepakat untuk berlandaskan pada Pancasila,” ucapnya.

Sementara itu, ditemui usai mengikuti peringatan Hari Lahir Pancasila, Kepala Kesbangpol Kaltim Sufian Agus menyampaikan, untuk peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, Kaltim tidak melaksanakan langsung. Namun tetap mengikuti pelaksanaan peringatan melalui virtual.

“Tahun ini kita justru tidak melaksanakan, karena ada edaran dari Kemendagri bahwa kita mengikuti upacara secara langsung di NTT, yang dilaksanakan oleh Presiden,” ucapnya.

Momen peringatan Hari Lahir Pancasila, kata Sufian Agus, menjadi momentum yang wajib diikuti oleh seluruh rakyat Indonesia. Hal ini akan menjadi sebuah renungan dan mengingat kembali, bagaimana perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan ideologi Pancasila.

“Dan khusus bagi pemuda yang selama ini kita lihat, pemuda ini rentan terhadap paham luar. Jadi, mereka perlu mengingat kembali, bahwa ideologi ini adalah pemersatu bangsa yang luar biasa. Tidak ada yang bisa mengalahkan ideologi Pancasila,” katanya.

“Kita ketahui negara luar, contohnya Soviet itu pecah, karena ideologi tidak kuat dan banyak lagi negara yang pecah. Justru kita yang luar biasa. Kita berdiri berapa pulau? Ribuan pulau, suku bangsa, bahasa dan banyak ragam tapi kita tetap bisa satu karena ideologi Pancasila,” sambungnya.

Sufian Agus mengingatkan seluruh generasi muda Kaltim untuk bijak menggunakan kemajuan teknologi saat ini, agar ideologi Pancasila tidak mudah hilang.

“Dengan teknologi canggih sekarang, negara luar iri dengan kita. Dengan teknologi ini mereka bisa mempengaruhi anak generasi kita melalui media sosial. Ini harus kita ingatkan kembali, terutama kita sebagai orangtua, jangan sampai anak-anak kita terpengaruh ideologi yang tidak baik. Sehingga harus diimbangi dengan peran dari lingkungan, keluarga, guru dan kita semua, khususnya agama,” pesannya. (Ningsih/ADV/Kominfo)

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU