src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Ke Kaltim, DPRD Jembrana Curhat Sektor Wisata Bali Terpukul Pandemi

Ke Kaltim, DPRD Jembrana Curhat Sektor Wisata Bali Terpukul Pandemi

2 minutes reading
Friday, 6 Nov 2020 20:06 184 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – DPRD Kaltim menerima kunjungan kerja dari DPRD Jembrana, Bali pada Rabu 4 November 2020 lalu di gedung D lantai 2 DPRD Kaltim, Karang Paci.

Peningkatan kapasitas fungsi dan tugas DPRD dalam hal menjaga ketahanan pangan di masa pandemi COVID-19, menjadi pokok bahasan bersama.

Kedatangan rombongan DPRD Jembrana yang diwakili oleh I Made Sabda diterima oleh Plh Sekretaris Dewan Norhayati US yang didampingi oleh pejabat struktural sekretariat DPRD Kaltim dan Tenaga Ahli DPRD Kaltim.

Saat bincang-bincang, Plh Sekretaris Dewan Norhayati US mengatakan sektor yang menjadi prioritas yang terus digenjot oleh Pemerintah Provinsi adalah sektor pariwisata Kaltim. Sehingga pembangunan Kaltim tidak lagi tergantung pada sektor tambang atau sumber daya yang tidak bisa diperbaharui lagi.

“Kita mengajak masyarakat agar lebih giat memanfaatkan potensi lahan serta sumber daya alam dan tidak hanya terfokus pada satu jenis tanaman atau komoditas,” ucapnya, dilansir dari rilis Humas DPRD Kaltim.

Sebaliknya, I Made Sabda menyebut bahwa hingga saat ini sektor pariwisata Bali menjadi salah satu sektor yang paling terpukul karena pandemi Covid-19.

Alhasil, sektor pertanian menjadi sektor yang paling bisa diandalkan saat ini. “Kebutuhan pangan merupakan sektor penting di tengah pandemi yang sedang melanda dunia. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan lahan-lahan yang dimiliki untuk menanam sesuatu yang bermanfaat di tengah pandemi,” katanya.

Tenaga Ahli Komisi II DPRD Kaltim Adam Muhammad menanggapi apa yang disampaikan oleh I Made Sabda. Ketahanan pangan di masa pandemic, kata dia, harus memiliki strategi. Seperti yang dirumuskan oleh Provinsi Kaltim.

Di antaranya dengan optimalisasi pekarangan pangan lestari (P2L) dengan pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif.

“Perlu P2L sebagai penghas pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga serta berorientasi pasar guna meningkatkan pendapatan rumah tangga,” ujarnya. (Adv)

Penulis: Ningsih

LAINNYA
x