src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau berupaya meningkatkan kualitas hidup lanjut usia (lansia) melalui berbagai program yang ramah dan berpihak kepada kelompok usia tersebut. Salah satunya melalui pengembangan Sekolah Lansia yang terintegrasi dengan kegiatan posyandu di sejumlah wilayah Kabupaten Berau.
Hal itu disampaikan Bupati Berau yang diwakili Asisten I Setda Berau Hendratno saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026. Menurutnya, peringatan HLUN menjadi momentum penting untuk memberikan penghormatan dan penghargaan kepada para lansia yang telah berkontribusi besar dalam perjalanan keluarga, masyarakat, pembangunan daerah, hingga bangsa dan negara.
“Hari Lanjut Usia Nasional merupakan momentum bagi kita semua untuk menghormati dan menghargai para lanjut usia yang telah memberikan kontribusi besar dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan,” ujarnya pada Sabtu, 30 Mei 2026
Hendratno mengatakan, para lansia merupakan generasi yang telah melewati berbagai fase kehidupan dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Pengalaman, keteladanan, serta kebijaksanaan yang mereka miliki menjadi modal penting dalam membentuk karakter generasi penerus.
Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan para lansia mendapatkan perhatian, perlindungan, pelayanan, dan ruang yang memadai agar tetap dapat menjalani kehidupan secara sehat dan bermartabat.
“Sebagai bentuk perhatian tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau terus menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat bagi lansia,” ucapnya.
Salah satu program yang saat ini mulai dikembangkan adalah Sekolah Lansia yang terintegrasi dengan kegiatan beberapa posyandu di Kabupaten Berau. Program ini merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas hidup lanjut usia.
“Melalui Sekolah Lansia, para orang tua kita tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga edukasi mengenai pola hidup sehat, kesehatan mental, hingga kegiatan sosial yang mendorong mereka tetap aktif dan percaya diri,” jelasnya.
Hendratno mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga budaya menghormati orang tua dan menyayangi para lansia. Kata dia, kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik yang dicapai, tetapi juga dari cara masyarakat memperlakukan orang tua dan kelompok rentan dengan penuh empati serta penghargaan.
“Saya mengajak generasi muda untuk terus menjaga budaya menghormati orang tua dan menyayangi lansia,” tutupnya. (Adv2/Riska)