src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pemotongan hewan kurban di sekretariat PWRI Kukar.(sumber : Andri/Headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kutai Kartanegara untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kepada anggota dan masyarakat sekitar melalui kegiatan penyembelihan hewan kurban, Jumat 29 Mei 2026.
Kegiatan berlangsung di sekretariat PWRI Kukar. Organisasi yang mewadahi para pensiunan pegawai negeri sipil tersebut menyembelih tiga ekor sapi dan empat ekor kambing. Proses penyembelihan dilakukan secara gotong royong bersama pengurus dan anggota PWRI Kukar.
Ketua Harian PWRI Kukar, Akhdar Rifai, mengungkapkan rasa syukurnya karena tahun ini organisasi tetap dapat melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus memperkuat kebersamaan antaranggota. “Alhamdulillah, kami bisa melaksanakan kurban tahun ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tiga ekor sapi kurban tersebut berasal dari berbagai pihak. Satu ekor sapi merupakan kurban bersama tujuh anggota internal PWRI Kukar, satu ekor bantuan dari mantan Bupati Kukar Edi Damansyah, dan satu ekor lainnya berasal dari Sultan Aji Muhammad Arifin. Sementara itu, empat ekor kambing berasal dari hasil patungan puluhan anggota PWRI Kukar. “Ada yang menyumbang Rp100 ribu ada juga yang Rp50 ribu per orang,” jelas Rifai.
Menurutnya, daging kurban kemudian didistribusikan sesuai syariat kepada para peserta kurban, panitia pelaksana, anggota PWRI Kukar, hingga masyarakat sekitar sekretariat organisasi.
Rifai menyebut saat ini PWRI Kukar memiliki sekitar 400 anggota aktif, sementara jumlah pensiunan PNS di Kutai Kartanegara diperkirakan mencapai 2.000 orang. “Kalau pensiunan PNS di Kukar sekitar 2.000 orang,” ungkapnya.
Selain kegiatan kurban, PWRI Kukar juga rutin menggelar berbagai aktivitas sosial dan keagamaan sebagai sarana mempererat hubungan antaranggota. Kegiatan tersebut bahkan terus berjalan di luar momentum hari besar keagamaan.
Menurut Rifai, saat bulan Ramadan para anggota rutin melaksanakan program khataman Al-Qur’an bersama. Kegiatan keagamaan itu kemudian berlanjut dengan pengajian rutin hingga senam mingguan. “Saat ini, kita rutin gelar pengajian tilawati dan tajwid seminggu sebanyak dua kali, dan pengajian umum sebanyak sebulan sekali,” jelasnya.
Ia juga mengajak para pensiunan PNS di Kukar untuk bergabung dengan PWRI Kukar sebagai wadah silaturahmi dan menjaga kebersamaan setelah memasuki masa pensiun. Dengan aktif berkumpul bersama teman sebaya menjadi salah satu cara menjaga semangat hidup dan memperkuat hubungan sosial di usia lanjut. “Sering berkumpul sesama teman sebagai strategi melawan lupa sering silaturahmi,” katanya.
Ia menambahkan, anggota tertua PWRI Kukar saat ini bahkan telah berusia 86 tahun dan masih aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi. (Andri)